Kompas.com - 05/04/2015, 16:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
– Banyak yang mengatakan, jauhilah hewan peliharaan Anda saat hamil. Pernyataan itu bukan tanpa alasan.

Menurut Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Agustin Kusumayati, hewan peliharaan seperti kucing, anjing, dan burung dapat menyebarkan parasit toksoplasma. Namun, penularannya biasanya melalui makanan dan minuman yang dikosumsi ibu hamil.

“Kita habis main-main sama kucing, kemudian enggak cuci tangan, enggak sadar megang makanan, bisa kena toksoplasma,” kata Agustin dalam diskusi Keamanan Pangan di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Menurut Agustin, terinfeksi toksoplasma dapat berakibat fatal, antara lain membuat ibu hamil mengalami keguguran. Toksoplasma yang menginfeksi tubuh manusia, yaitu toksoplasma gondii yang menjadi parasit di tubuh hewan.

“Ibu hamil yang keguguran itu bisa jadi karena toksoplasma. Tapi ini hanya salah satu penyebab. Penyebab keguguran lainnya banyak,” ujar Agustin,

Toksoplasma juga dapat menganggu perkembangan janin yang dikandung, sementara pada anak-anak, toksoplasma dapat menganggu tumbuh kembang. Menurut Agustin, biasanya akan memengaruhi tingkat kecerdasan otak anak.

"Mereka bisa mengalami efek retardasi yang menghambat tumbuh kembang otak anak," terang Agustin.

Pola hidup bersih dan sehat adalah kunci untuk menghindari paparan virus maupun bakteri melalui makanan. Anak-anak boleh saja mengenal hewan, tetapi biasakan mencuci tangan pakai sabun sebelum makan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.