Kompas.com - 13/04/2015, 16:06 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS - Penyakit jantung pada perempuan lebih sulit dideteksi. Sebab, serangan jantung pada perempuan tidak memunculkan gejala khas seperti pada laki-laki. Akibatnya, sering kali terlambat ditangani.

Hal itu disampaikan Anna Ulfah Rahajoe dari dewan Penasihat Perhimpunan Kardiovaskular Indonesia (Perki) di sela-sela The 24th Annual Scientific Meeting of The Indonesian Heart Association (Asmiha), di Jakarta, Sabtu (11/4).

Anna mengatakan, penyakit kardiovaskular nomor satu pada perempuan di Indonesia ialah penyakit jantung koroner. Berbeda dengan yang terjadi pada laki-laki, serangan jantung pada perempuan tidak menunjukkan gejala khas.

Gejala serangan jantung yang biasanya muncul pada perempuan ialah napas pendek, lemas, nyeri punggung, keringat berlebih, mual, dan rasa lelah berlebih. Sementara gejala tipikal serangan jantung ialah nyeri dada kiri yang menjalar hingga ke lengan kiri. Selain itu, pembuluh koroner perempuan lebih kecil daripada laki-laki sehingga dokter lebih sulit memeriksa penyakitnya.

"Perempuan yang terkena serangan jantung lebih banyak yang meninggal dibandingkan laki-laki. Di hadapan keluarganya mereka cenderung menahan rasa sakit," ujar Anna.

Oleh karena itu, perempuan harus lebih waspada. Ketika mengalami gejala serangan jantung, harus segera berobat dan tidak menunda waktu lagi.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, prevalensi hipertensi berdasarkan wawancara sebagai faktor risiko penyakit jantung meningkat dari 7,6 persen tahun 2007 menjadi 9,5 persen tahun 2013. Kemudian prevalensi penyakit stroke berdasarkan wawancara 8,3 per 1.000 orang tahun 2007 menjadi 12,1 per 1.000 orang di tahun 2013.

Promosi kesehatan

Anna menyebutkan, di negara maju insiden penyakit jantung bisa ditekan bukan karena pelayanan kesehatan yang bagus, tetapi 60 persen-70 persen disebabkan oleh promosi kesehatan yang bagus.

Menurut Anna, diperkirakan di masa depan sebanyak 80 persen penyakit kardiovaskular terjadi di negara-negara berkembang. Untuk mencegahnya, diperlukan pola hidup dan pola makan yang sehat. "Kewaspadaan masyarakat akan penyakit jantung harus meningkat," katanya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.