Kompas.com - 30/04/2015, 16:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski jumlah pasien diabetes di Indonesia cukup banyak, masih saja ada mitos-mitos keliru yang dipercaya masyarakat tentang penyakit ini. Padahal, salah memahami diabetes bisa membuat penyandang diabetes salah langkah.

"Penting bagi diabetesi untuk memahami apa saja yang perlu dilakukan agar bahaya diabetes lainnya tidak menyerang. Salah satunya dengan memilih makanan yang dapat menjaga gula darah," kata dr Mohammad Firas dalam acara peluncuran buku Diabetes and Me oleh Soyjoy, di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2015).

Berikut beberapa mitos seputar diabetes dan faktanya.

1. Diabetesi tidak boleh ngemil
Hal ini merupakan mitos. Sebab, camilan berfungsi menjaga gula darah tetap stabil sehingga dapat mengontrol pola makan. Namun, pilihlah camilan yang sehat.

2. Diabetesi harus stop konsumsi gula
Diabetesi tidak perlu berhenti mengonsumsi gula. Sebab, gula berfungsi sebagai sumber energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Namun, jumlah konsumsi gula tentunya harus dibatasi.

3. Penyandang diabetes tidak boleh makan  makanan berserat karena dapat meningkatkan gula darah dan berat badan.
Hal ini juga mitos. Serat justru berfungsi memperlambat penyerapan gula dalam darah sehingga dapat menjaga kestabilan gula darah dan menjaga berat badan.

4. Diabetesi lebih baik hanya makan tiga kali sehari.
Diabetesi boleh saja makan 5-6 kali sehari agar gula darah terjaga. Makan utama 3 kali, dan makan selingan 2-3 kali.

5. Jika ada anggota keluarga diabetes, sudah pasti Anda terkena diabetes.
Fakta menunjukkan, lebih dari 95 persen penyandang diabetes tidak mewarisi penyakitnya kepada keluarganya. Penyakit diabetes yang diderita umumnya karena pola makan yang tidak sehat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

6. Diabetes diturunkan menyilang dari ibu ke anak laki-laki atau dari ayah ke anak perempuan.
Ini juga mitos. Memiliki golongan darah yang sama dengan ayah dan ibu juga tidak membuat Anda terkena diabetes. Riwayat keluarga memang menambah risiko terkena diabetes. Akan tetapi, yang utama memang disebabkan oleh faktor pola makan.

7. Kadar gula darah rendah lebih baik daripada darah tinggi.
Menurut dokter, gula darah rendah sama berbahayanya dengan kadar gula darah yang tinggi.

Indonesia menempati posisi ke-5 sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi berdasarkan International Diabetes Federation 2014, yaitu 9,1 juta jiwa. Dalam waktu satu tahun, jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat 600.000 orang. Diperkirakan, pada tahun 2030 nanti, penduduk Indonesia yang menderita diabetes mencapai 21 juta orang. Untuk itu, menjaga pola makan sehat sangatlah penting agar kita memiliki gula darah yang stabil.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X