Kompas.com - 20/05/2015, 13:59 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com –  Sejumlah negara maju, kini telah menggunakan vaksin polio injeksi (IPV) yang dinilai lebih efektif, dibanding vaksin polio oral. Indonesia pun mulai berproses untuk menggunakan IPV, untuk mencegah penyakit polio.

Namun, ada beberapa alasan mengapa vaksin polio suntik belum diterapkan di seluruh wilayah di Indonesia. Penundaan itu dilakukan, dengan alasan kondisi geografis dan belum diproduksinya vaksin tersebut di dalam negeri.

“Vaksin polio injeksi masih dalam proses. PT Bio Farma lagi proses untuk bisa produksi sendiri, karena kalau impor lebih mahal,”ujar Direktur Bina Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi saat ditemui di kantor Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Polio merupakan salah satu isu yang dibahas pada sidang World Health Assembly (WHA) ke 68 di Jenewa, Swiss pada 18-26 Mei 2015. Mentri Kesehatan RI Nila Moeloek yang hadir pada sidang WHA itu pun menyatakan komitmennya untuk mendukung kebijakan dunia, dalam penerapan vaksin polio injeksi untuk mengeradikasi kasus polio.

Pemberian vaksin melalui program imunisasi pada anak yang dilakukan pemerintah, terbukti membuat Indonesia bebas polio yang ditandai dengan dikeluarkannya sertifikat bebas polio dari WHO pada 27 Maret 2014. Meski demikian, pencegahan pun harus terus dilakukan.

Dalam WHA telah disepakati, bahwa pemberian vaksin polio secara bertahap harus menggunakan injeksi, karena dinilai lebih optimal dibanding vaksin polio oral. Vaksin polio oral merupakan virus hidup yang dilemahkan, sedangkan vaksin injeksi berisi virus mati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Ini Jenis Masker yang Efektif Cegah Varian Omicorn Menurut CDC

Health
3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

3 Tipe Diet yang Direkomendasikan untuk Penderita PCOS

Health
10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

10 Macam Penyakit yang Ditandai dengan Sakit Kepala

Health
Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Benarkah MSG Berbahaya untuk Kesehatan?

Health
Hipersalivasi (Ptyalism)

Hipersalivasi (Ptyalism)

Penyakit
Sakit Kepala Hebat Mendadak, Waspadai Pendarahan Intraserebal

Sakit Kepala Hebat Mendadak, Waspadai Pendarahan Intraserebal

Health
Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Benarkah KB Spiral Dapat Menyebabkan Gemuk?

Health
14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

14 Penyebab Bangun Tidur Pinggang Sakit dan Cara Mengatasinya

Health
Tetanus

Tetanus

Penyakit
17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

Health
VIPoma

VIPoma

Penyakit
7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

7 Cara Menghilangkan Fatty Liver dengan Obat dan Gaya Hidup Sehat

Health
Insufisiensi Pulmonal

Insufisiensi Pulmonal

Penyakit
4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

4 Penyebab Hidung Meler yang Perlu Diketahui

Health
Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.