Kompas.com - 25/06/2015, 15:21 WIB
EditorBestari Kumala Dewi


KOMPAS.com
 - Orang-orang yang menghabiskan banyak waktu untuk duduk, entah itu dalam perjalanan ataupun di depan komputer dan tv, berisiko tinggi terserang kegelisahan dan kecemasan, menurut hasil penemuan terbaru.

Para peneliti mengkaji sembilan studi mengenai tingkat kecemasan masyarakat serta perilaku menetap mereka, selain itu dilihat juga berapa lama mereka menghabiskan waktu untuk menonton TV, bekerja di depan komputer dan bermain video game. Hasilnya setelah diamati, studi menunjukkan “bukti moderat” adanya peningkatan perilaku menetap yang menyebabkan mereka berisiko lebih tinggi mengalami kecemasan. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di journal BMC Public Health 18 Juni lalu.

Menurut para peneliti , memahami berbagai faktor yang dapat meningkatkan kegelisahan dan kecemasan, dapat membantu penyedia layanan kesehatan untuk mengembangkan strategi yang bisa digunakan untuk menurunkan dan mengelola rasa cemas tersebut.

“Hal yang penting bagi kita untuk memahami berbagai faktor perilaku yang berkaitan dengan kecemasan, agar dapat mengembangkan strategi dalam mencegah dan mengelola penyakit ini, “ ujar peneliti Megan Teychenne, seorang dosen di Deakin University's Centre for Physical Activity and Nutrition Research di Australia.

Penelitian telah menghubungkan perilaku menetap dengan masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan osteoporosis. Tapi, hanya ada sedikit penelitian yang meninjau bagaimana pengaruh duduk terlalu lama berefek pada kesehatan, ujar sang peneliti.

Menurut para peneliti, kecemasan telah memengaruhi lebih dari 27 juta orang di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, 18,1 persen orang menderita gangguan kecemasan tahunan, menurut National Institute of Mental Health.

Dalam penelitian, para peneliti mengamati sembilan penelitian yang diterbitkan antara tahun 1990 hingga tahun 2014 yang berkaitan antara duduk terus-menerus dan tingkat kecemasan. Studi memiliki ukuran yang bervariasi, termasuk jumlah responden, mulai dari 200 orang hingga 13 ribu peserta. Dua studi diantaranya juga memerhatikan efeknya pada anak-anak dan remaja.

Hasil studi menemukan bahwa orang-orang tersebut berisiko memiliki kecemasan klinis atau memiliki gejala kecemasan. Orang-orang yang merasa gelisah berlebihan dan terus-menerus tanpa alasan jelas, dikhawatirkan tak dapat mengatasinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut peneliti, gejalanya diantaranya jantung berdebar, sesak napas, sakit perut, otot tegang, berkeringat, atau gemetar.

Lima dari sembilan studi menunjukkan bahwa meningkatnya perilaku menetap berkaitan dnegan meningkatnya kecemasan. Sedangkan, empat dari studi menunjukkan bahwa total waktu duduk berkaitan dengan peningkatan risiko kecemasan, tapi menunjukkan bahwa tingkat kecemasan orang berbeda tergantung pada berbagai hal yang mereka lakukan ketika mereka duduk, apakah hanya duduk atau sambil menatap layar tv dan komputer.

Sebagai contoh, sebuah studi 2014 menunjukkan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan untuk duduk selama perjalanan berkaitan dengan peningkatan risiko kecemasan, tetapi jumlah waktu yang dihabiskan saat duduk untuk kegiatan bekerja atau bersantai tidak memiliki hubungan dengan kecemasan.

Tidak jelas bagaimana perilaku menetap dapat meningkatkan risiko kecemasan masyarakat. Namun, yang jelas menurut para peneliti, perilaku menetap dapat menyebabkan gangguan pada pola tidur, kesehatan metabolik yang buruk dan bahkan penarikan diri terhadap lingkungan sosial, misalnya, saat seseorang duduk di depan layar bukannya berinteraksi dengan orang-orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.