Kompas.com - 27/06/2015, 16:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi


JAKARTA, KOMPAS.com
– Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI sedang meneliti resistensi nyamuk Aedes terhadap insektisida. Aedes merupakan jenis nyamuk yang bisa menyebarkan virus demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Balitbangkes Kemkes RI Tjandra Yoga Aditama memaparkan, jentik nyamuk di seluruh provinsi di Indonesia akan dikumpulkan sedikitnya 244.800 jentik. Kemudian, jentik akan dikembangbiakkan menjadi nyamuk dewasa hingga turunan pertama.Totalnya, diperkirakan akan menjadi 12.240.000 telur nyamuk.

Jika diperlukan, perkembangbiakan akan dilakukan hingga turunan kedua dan total akan mencapai 600 juta telur nyamuk. Pada 25-26 Juni 2015 lalu, telah dikumpulkan jentik nyamuk di provinsi Sumatera Barat dan proses pemilahan jentik di kota Padang.

“Sebagian nyamuk dan jentik ini, kemudia‎n akan diuji kepekaannya terhadap lima jenis insektisida yang biasa digunakan di Indonesia,” terang Tjandra di Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Jika terdapat insektisida yang tidak mempan membasmi nyamuk, tentu penggunannya akan dihentikan untuk pengendalian nyamuk di Indonesia. Hasil penelitian ini diperkirakan segera diketahui pada akhir tahun 2015.

Selama ini, untuk memberantas nyamuk demam berdarah dilakukan dengan cara fogging, yaitu menyemprotkan insektisida menggunakan mesin pada suatu lokasi. Selain itu, juga dilakukan pemberantasan jentik-jentik nyamuk di berbagai genangan air yang ada di sekitar rumah.

Penelitian mengenai adakah resistensi nyamuk terhadap insektisida ini perlu dilakukan, mengingat kasus DBD dari tahun ke tahun selalu muncul dalam jumlah yang tak sedikit.

Seperti diketahui, Indonesia pernah tercatat secagai negara kedua dengan kasus DBS terbesar  terbesar di antara 30 negara atau wilayah endemis DBD. Pada rentang waktu 2001 hingga 2011 rata-rata terjadi 94.564 kasus dan 472 hingga 1446 orang diantaranya meninggal dunia per tahun. Hingga saat ini, Indonesia belum juga bebas dari wabah DBD. Di Jakarta saja sudah terdapat  sekitar 3400 kasus DBD yang tercatat sejak Januari-Juni 2015.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.