Kompas.com - 30/07/2015, 10:45 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Dengan kesuksesan obat antiretroviral untuk merawat HIV/AIDS, banyak orang yang terinfeksi kini bisa menjalani hidup normal. Tapi merawat tidak sama dengan menyembuhkan. Seruan bagi upaya penyembuhan ini diangkat di sebuah konferensi mengenai AIDS di Vancouver, Kanada, baru-baru ini.

Nicholas Chomont memfokuskan risetnya untuk mencari di mana virus AIDS bersembunyi di dalam tubuh. Menurut profesor mikrobiologi dari Universitas Montreal tersebut, meskipun belum ada obat yang bisa menyembuhkan AIDS, kondisi saat ini jauh lebih baik daripada sebelumnya.

“Sejak penemuan HIV pada tahun 1983, kita sekarang memiliki senjata yang lebih baik untuk melawan infeksi HIV. Kita memiliki obat yang lebih baik dan lebih banyak.Jika dibandingkan kemanjuran obat-obat di masa sebelum era terapi antiretroviral, jelas obat-obat masa kini lebih manjur dan memiliki kandungan racun yang lebih rendah. Dan yang lebih penting, jumlah pil yang harus dikonsumsi orang yang hidup dengan penyakit HIV jauh berkurang. Dan ini jelas-jelas sebuah kesuksesan ilmiah yang sangat penting," katanya.

Ia mengatakan bahwa orang yang terinfeksi HIV kini hidup lebih lama dan lebih sehat.

“Jika kita lihat kemungkinan hidup seseorang yang berumur 20 tahun dan terinfeksi HIV di negara maju antara tahun 1995 dan sekarang, kita melihat peningkatan drastis terkait berapa lama seseorang dapat bertahan hidup dengan obat HIV. Dan tingkat harapan hidup ini cukup mirip dengan populasi yang tidak terinfeksi,” ujarnya.

Chomont kemudian mengajukan pertanyaan, dengan sukses sebesar ini, mengapa obat penyembuhan penyakit HIV masih diperlukan?

“Saya pikir ada beberapa jawaban untuk pertanyaan ini. Pertama, terapi antiretroviral tidak membasmi virus. Terapi ini banyak mengurangi virus di dalam tubuh, namun virus ini masih ada. Karena virus ini masih ada, maka masalah lain akan muncul atau bertahan,” ujarnya.

Salah satu masalah tersebut bukanlah masalah medis. "Masalah pertama,” ujarnya, “adalah kriminalisasi dan stigmatisasi orang yang hidup dengan HIV masih berlangsung hingga tahun 2015 di kebanyakan negara di dunia. Orang-orang yang hidup dengan HIV harus menghadapi banyak masalah, kriminalisasi, stigmasisasi di dalam keluarga dan tempat kerja mereka. Oleh karena itu, penyembuhan HIV adalah sesuatu hal yang kami ingin kembangkan.”

Berikutnya, meskipun ART adalah kesuksesan besar, para ahli kesehatan mengatakan bahwa berjuta-juta orang yang memerlukannya masih tidak bisa mendapatkan ART.

Chomont mengatakan, “Alasan ketiga mengapa kita perlu satu pengobatan yang lebih baik dari ART adalah karena perawatan tersebut sebenarnya cukup beracun. Dan seperti kita tahu, obat-obat ini harus diberikan seumur hidup. Kami tahu bahwa obat ini dapat menyebabkan beberapa efek samping. Yang lebih penting, kami belum mengetahui efek jangka panjang obat-obat setelah 20 tahun. Jadi jika Anda butuh alasan keempat kenapa kita memerlukan penyembuhan HIV, alasan itu adalah uang.”

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.