Kompas.com - 10/08/2015, 12:23 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorBestari Kumala Dewi


KOMPAS.com
- Kanker adalah salah satu penyakit yang dianggap menakutkan, sering kali ini disebabkan karena penyebabnya di luar kontrol. Dan satu hal yang penting diingat adalah diagnosa kanker bukanlah kesalahan siapapun. Faktanya, studi yang telah dipublikasikan awal tahun ini menemukan dua pertiga orang dewasa yang ditemukan kanker terjadi secara acak akibat mutasi gen yang mendorong pertumbuhan tumor.

Lalu, adakah cara untuk mencegah terjadinya kanker? Sementara tak ada yang bisa memastikan Anda tak akan menerima diagnosis kanker, strategi melawan kanker tampaknya adalah yang paling efektif untuk dilakukan. Makanan sehat dan bernutrisi adalah salah satu faktor penting yang berpengaruh. “Nutrisi yang baik sangat penting untuk pencegahan kanker,” ujar Anna Taylor, R.D., pakar diet klinis dari Cleveland Clinic.

Semakin besar lingkar pinggang = semakin besar risiko kanker

Luca Mazzarella, M.D., Ph.D., dari European Institute of Oncology, Italy mengatakan bahwa jika ndeks masa tubuh lebih besar dari 18.5 tapi lebih rendah dari 25 adalah standar ukuran terbaik untuk memproteksi tubuh dari risiko penyakit kanker. Ini karena  kelebihan berat badan dapat meningkaykan risiko kanker payudara 30 sampai 60 persen, menurut Prevent Cancer Foundation dan perut gendut akan meningkatkan risiko 43 persen.

Kegemukan akan meningkatkan tingkat inflamasi tubuh, yang mana dapat menumbuhkan sel-sel kanker. Selain itu kegemukan akan merangsang terbentuknya estrogen, semakin tinggi kadar estrogen dalam tubuh akan berisiko menyebabkan kanker payudara. Menurut Mazzarella andungan vitamin, mineral dan antioksidan, akan berkontribusi pada kelenjar endokrin.

Apakah antioksidan dapat menghancurkan sel kanker?

“Phytonutrient, mineral, dan vitamin antioksidan tertentu adalah area terbaru yang difokuskan dalam penelitian nutrisi yang semakin menarik dibahas setiap tahunnya,” ujar Taylor. Banyak phytonutrient yang muncul memainkan peran penting dalam menurunkan risiko kanker dengan menjaga sel dari kerusakan atau mutasi DNA, mengurangi inflamasi, dan merangsang system imun untuk membantu menghancurkan mutasi sel. Phytonutrient dapat ditemukan dalam resveratrol dalam red wine, karoten dalam sayur-sayuran berwarna hijau tua, merah, oranye, ungu, asam ellagic yang terdapat dalam cranberry, dan flavonoids yang terkandung di dalam cokleat hitam, wine, dan teh.

Di tahun 2014 para peneliti studi Cancer Cell International menemukan bahwa antioksidan dalam wine merah mampu menahan pertumbuhan kanker paru, salah satu tipe kanker yang paling mematikan. Sementara itu, dalam studi Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, wanita dengan kanker payudara yang mengonsumsi pola makan lebih baik berisiko lebih rendah terhadap kematian dibanding yang tidak mengonsumsi makanan sehat.

Menu sehat pelawan kanker

Penelitian menunjukkan baha makanan berbasis tumbuhan,baik itu buah-buahan dan sayur-sayuran berbagai warna yang setidaknya dikonsumsi sebanyak 9 porsi per hari, secara signifikan dapat menurunkan risiko kanker berbagai tipe. Selain itu, konsumsi biji-bijian, lemak sehat, rendah garam, dan rendah gula juga akan menjauhkan Anda dari risiko kanker.

“Catatan penting untuk diketahui, meski semua penelitian mendukung asupan makanan sehat kaya nutrisi yang komponennya berkorelasi mengurangi risiko kanker, maka segala jenis suplemen bernutrisi yang biasa dikonsumsi masyarakat justru tanpa disadari punya pengaruh besar memicu kanker,”  ujar Taylor.

Sayangnya, kebanyakan kasus diagnosa kanker memang di luar kontrol Anda. Tapi, seperti kata Mazzarella, terpenting adalah memerhatikan setiap makanan yang dikonsumsi, karena bisa jadi makanan itulah yang berperan besar meningkatkan risiko kanker.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kanker Tiroid
Kanker Tiroid
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.