Kompas.com - 11/08/2015, 20:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Tidak semua gangguan tidur bisa diatasi dengan obat tidur. Bahkan, sebagian pasien yang diberi obat plasebo ternyata bisa juga tertidur.

Kurang lebih sembilan juta warga Amerika Serikat yang bergantung pada pil tidur untuk mengobati insomnia mungkin mampu tertidur setidaknya hanya dengan separuh dosis obat. Bahkan dapat dibantu dengan minum obat kosong plasebo.

Demikian kesimpulan penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Sleep Medicinedan dilakukan oleh ilmuwan dari University of Pennsylvania. Penemuan itu sangat berlawanan dengan praktik pengobatan standar untuk insomnia kronis.

Penemuan yang menyarankan untuk memberi dosis lebih kecil dan lebih sedikit serta penggunaan plasebo itu akan mengurangi jumlah kebutuhan obat untuk menjaga efek pengobatan sepanjang waktu.

Pendekatan baru ini membolehkan seseorang memaksimalkan khasiat klinis dengan mempertimbangkan tertidur dan tetap tidur sambil mengurangi efek samping dan memotong biaya peresepan obat.

Insomnia kronis ditandai oleh kesulitan tertidur atau tetap tertidur selama tiga malam seminggu paling tidak selama satu bulan.

"Efek klinis obat tidur tidak dapat diandalkan seumur hidup dan penggunaan jangka panjang meningkatkan risiko ketergantungan psikologis dan efek samping seperti mengantuk, mual dan nyeri otot," kata peneliti senior Michael Perlis, PhD, associate profesor departemen psikiatri dan direktur Penn Behavioral Sleep Medicine Program.

Studi tersebut meneliti 74 orang dewasa penderita insomnia kronis dengan 10 mg pil tidur zolpidem (Ambien) selama empat pekan. Mereka yang merespon pengobatan diacak menjadi tiga kelompok selama 12 pekan : setiap malam dosis 10 mg atau 5 mg, "dosis terputus-putus" 10 mg tiga sampai lima hari seminggu atau setiap malam diberi pil, berisi separuh 10 mg kapsul obat dan sisanya 10 mg kapsul kosong.

Semua  strategi ternyata efektif menjaga kemampuan peserta penelitian untuk tertidur dan tetap tertidur. Tetapi mereka yang diberi dosis terputus-putus tidak tidur nyenyak dan mengalami gejala lebih parah dibandingkan kelompok dosis lain.

"Ketika tiba pada hasil kualitas terapi dari hari ke hari, strategi yang kami gunakan paling sering, strategi terputus ternyata yang paling buruk. Penemuan kami juga ternyata berlawanan dengan praktik standar mulai dari dosis rendah dan perlahan di mana pasien setiap malam mendapat 10 mg dan ketika hasil yang diinginkan tercapai, berpindah ke dosis lebih rendah setiap malam atau dosis terputus dengan plasebo," kata Perlis.

Para peneliti melihat penemuan ini sebagai pengalihan jalur dari kecenderungan peningkatan dosis sepanjang waktu sehingga penggunaan obat-obatan menjadi lebih aman dalam jangka panjang dengan manfaat tambahan (dalam kasus dosis setiap malam 5 mg atau 10 mg bergantian dengan plasebo) separuh lebih murah.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.