Salah satu manfaat positif dari melakukan aktivitas fisik adalah memiliki kemampuan otak yang tetap prima. Seperti halnya Take Olga Kotelko. Wanita yang hidup sampai usia 95 tahun ini mulai rutin berolahraga saat ia berusia 77 tahun dan memenangkan berbagai medali di usianya yang ke-90 tahun.
Para ahli menemukan bahwa kondisi otak Kotelko lebih besar dibandingkan orang lain yang usianya sama. Pola makan yang sehat dan regimen olahraga yang dilakukannya merupakan resep menjaga kemampuan berpikirnya tetap tajam.
Meski demikian, sebaiknya Anda jangan menunggu sampai usia sudah lanjut untuk berolahraga. Ini karena penurunan fungsi otak tidak terjadi dalam satu atau dua tahun. Para ilmuwan menyebutkan bahwa suplementasi nutrisi dan aktivitas fisik berpengaruh pada kemampuan kognitif di usia tua.
Namun, rutin berolahraga dan juga kecukupan nutrisi seharusnya dimulai sejak muda. "Proses penurunan kemampuan berpikir terjadi lebih dari satu dekade, pemberian suplemen tak akan efektif," kata Dr.Kaycee Sink dari Wake Forest School of Medicine.
Nutrisi yang terbukti berdampak positif pada kemampuan otak antara lain omega-3. Selain lewat suplemen, pola makan yang sehat, seperti mengasup makanan serelia utuh, antikoksidan, protein tanpa lemak, dan minyak zaitun, harus dijalani sedini mungkin.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.