Kompas.com - 13/09/2015, 13:01 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Merasa sudah sering bergerak, bahkan berolahraga, namun berat badan terus mentok di angka yang sama? Bisa jadi, masalahnya ada di “warisan nenek moyang”. Ya, inilah hasil studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology. Dalam jurnal tersebut tertera, saat manusia ingin membakar kalori lebih banyak sehubungan dengan niat menurunkan berat badan, sayangnya sistem syaraf akan bekerja sebaliknya.

 

Artinya, saat tubuh memilih untuk bergerak, maka secara alami, sistem syaraf akan menuntun tubuh untuk melakukan dengan cara yang paling ekonomis. Menurut Max Dolan, profesor fisiologi biomedis dan kinesiologi dari Simon Fraser University di Kanada, sekaligus salah satu penulis jurnal tersebut, itu merupakan sifat manusia yang diwariskan oleh nenek moyang. Saat nenek moyang berburu, maka tubuh mereka secara otomatis akan menghemat energi untuk perburuan berikutnya.

 

“Jika sistem syaraf Anda bekerja melawan Anda, ia akan mencoba untuk menjaga kalori Anda terbakar serendah mungkin, dan itulah yang kami temukan,” lanjut Dolan.

 

Dalam prosesnya, studi ini melibatkan 9 orang. Beberapa di antaranya diberi sebuah alat pada kaki yang berfungsi menghambat mereka dalam berjalan. Kemudian, mereka diminta untuk berjalan di treadmill agar peneliti bisa menghitung jumlah kalori yang terbakar.

 

Hasilnya, tanpa sadar sistem syaraf akan menuntun manusia untuk melakukan gerakan yang paling nyaman, walau diberi sebuah alat penghambat sekalipun. Gerakan nyaman itulah yang membuat kalori terbakar hanya sedikit. Ini berlaku untuk beragam jenis gerakan, seperti berjalan, berlari, maupun berenang. Sehingga, ini menjadi berita yang baik untuk para atlet.

 

Namun, bukan berarti Anda kehilangan kesempatan untuk mengoptimalkan pembakaran kalori. Cukup hindari gerakan yang sama dalam waktu lama. Misalnya, saat berlari sejauh 1 kilometer, hindari untuk berada di kecepatan yang sama terus menerus. Itu akan membuat tubuh melakukan gerakan nyamannya, sehingga kalori yang terbakar menjadi sedikit.

 

Cara yang ampuh ialah mengombinasi kecepatan berlari. Jadi, kurangi dan naikkan kecepatan berlari Anda dalam beberapa menit sekali. Ini akan membuat tubuh menghindari gerakan nyaman terlalu lama. Sehingga kalori yang terbakar menjadi lebih banyak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.