Kompas.com - 02/10/2015, 10:49 WIB
|
EditorLusia Kus Anna
BOGOR, KOMPAS.com - Penyakit kaki gajah atau filariasis yang dapat mengakibatkan cacat permanen bagi penderitanya, hingga kini masih ditemui di belahan dunia, termasuk di Indonesia. Untuk memberantas penyakit yang ditularkan cacing filaria yang dibawa nyamuk tersebut, Kementerian Kesehatan mencanangkan Kampanye Nasional Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengatakan, pencanangan bulan eliminasi penyakit kaki gajah tersebut dilakukan sebagai momentum dalam mewujudkan Indonesia bebas penyakit kaki gajah pada tahun 2019.

"Penyakit kaki gajah (filariasis) di Indonesia belum tuntas. Setiap bulan Oktober nantinya sebanyak 105 juta penduduk di 241 kota maupun kabupaten yang endemik filariasis harus melaksanakan pemberian obat pencegahan massal (POPM) selama lima tahun kedepan, mulai dari tahun 2015 sampai 2019," ucap Nila, saat mencanangkan Kampanye Nasional Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (1/10/2015).

Nila menambahkan, meski penderita penyakit kaki gajah di Indonesia masih banyak, namun pemerintah mampu menekan laju pertumbuhan angka penderita filariasis. Tercatat, sejak 40 tahun silam yang lalu, pemerintah dapat menurunkan presentase orang yang terinfeksi penyakit kaki gajah dari 19,6 persen pada tahun 1970 menjadi 4,7 persen di tahun 2014.

"Keberhasilan ini akan kita lanjutkan dengan mewujudkan Indonesia bebas kaki gajah pada tahun 2019," kata Nila. Dirinya menegaskan, upaya mengeliminasi penyakit kaki gajah tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kementerian Kesehatan. Dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat punya andil besar dalam mengatasi kondisi tersebut.

"Sebenarnya masalah ini dapat kita atasi bersama-sama, contoh sederhananya dengan menjaga kebersihan. Kalau kita mau menjaga dan menerapkan perilaku sehat, itu bisa mencegahnya," tuturnya.

Dalam pencanangan kampanye itu, Menteri Nila juga berkesempatan memantau pelaksanaan bulan eliminasi kaki gajah di sejumlah daerah di Indonesia dengan melakukan dialog melalui video conference.

Wilayah yang ditinjau lewat video conference itu adalah Kabupaten Katingan di Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Rokan Hilir di Provinsi Riau, Kabupaten Banyuasin di Provinsi Sumatera Selatan, dan Kabupaten Tojo Una-Una di Provinsi Sulewesi Tengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.