Kompas.com - 12/10/2015, 13:03 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - “Anak-anak usia preschool sebaiknya diberi ruang lebih untuk bermain. Sebab di usia kurang dari 4 tahun, anak-anak masih membutuhkan waktu, ruang, dan 'izin' orangtua untuk menikmati masa-masa sebagai anak-anak, demi kesehatan mental mereka di kemudian hari,” ungkap Angela Hanscom, Pediatric Occupational Therapist, kepada Washington Post.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau lebih dulu populer dengan istilah preschool telah menjadi satu tahap pendidikan yang dianggap penting bagi sebagian orangtua. Harapannya, anak-anak bisa mulai belajar kemampuan dasar yang dianggap “penting” sebagai bekal pendidikan akademisnya.

Sehingga, untuk memenuhi ekspektasi tersebut, tak jarang pula PAUD sudah mulai fokus melakukan kegiatan akademis di kelas, seperti membaca, menulis, bahkan berhitung. Sehingga, anak diharapkan bisa mendapatkan nilai rata-rata dalam beberapa mata pelajaran.

Sayangnya, tak semua anak memiliki kemampuan dan keinginan yang sama. Malah, menurut Hanscom, hanya sebagian kecil anak-anak yang bisa menerima pelajaran tersebut di usia dini atau kurang dari 4 tahun. Selebihnya, saat anak-anak memang belum siap menerima pelajaran tersebut, maka akan sangat mungkin mengganggu perkembangan prilaku dan mental anak di kemudian hari.

“Beberapa masalah yang akan timbul ialah anak-anak menjadi lebih mudah frustrasi dengan tanda-tanda lebih sering menangis, kesulitan untuk fokus, kurang perhatian, sulit mengendalikan emosi, serta kemampuan memecahkan masalah menjadi berkurang,” jelas Hanscom.

Walau begitu, bukan berarti anak-anak usia dini tak bisa dikenalkan dengan pelajaran berhitung misalnya, hanya saja, sebaiknya dilakukan dengan cara yang menyenangkan di luar kelas. Sebab, anak-anak usia tersebut akan belajar dengan baik, melalui pengalaman bermain yang berarti.

“Belajar di luar ruangan belum menjadi prioritas bagi sebagian besar penyelenggara pendidikan usia dini. Kebanyakan terlalu sering menggunakan ruang kelas dengan deretan meja, tempat duduk, kertas, dan pensil untuk mengerjakan tugas. Padahal, bermain sambil belajar di luar ruangan memberi anak-anak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, dan kognitif. Dan yang tak kalah penting, pengalaman di alam terbuka juga bisa membangun keterampilan dasar hidup anak dalam meraih kesuksesan di tahun-tahun yang akan datang,” lanjut Hanscom.

Hanscom memberi saran, ada baiknya orangtua memberi ruang pada anak-anak untuk belajar keterampilan lain di luar akademis pada usia dini. Bila tak mungkin mendapatkannya di sekolah, orangtua bisa melakukannya di rumah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber POP SUGAR
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.