Kompas.com - 13/10/2015, 13:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Seorang pria di Inggris menderita patah tulang paha ketika melakukan gerakan yoga. Pria anonim ini sudah latihan yoga selama dua tahun dan baru saja mencoba yoga Asthanga gaya Mysore.

Selama delapan pekan terakhir pria berusia 39 tahun ini berlatih yoga selama satu jam. Dalam satu kelas pagi, ia melakukan gerakan bernama Marichyasana B tanpa diawasi gurunya.

Gerakan itu membuatnya meletakkan kaki di atas paha lalu meregangkan pinggul dan lutut sehingga kaki berada di garis berbentuk V di bawah perut. Lalu terjadilah kejadian horor, terdengar bunyi krak. Pria itu merasakan sakit luar biasa di paha kirinya. Demikian laporan dokter dalam case reports jurnal BMJ.

"Ia terjatuh dan tak mampu berdiri. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit," tulis dokter dalam jurnal tersebut.

Di ruang gawat darurat dokter menemukankaki bawah pria itu lebih pendek dari biasanya dan terotasi karena cedera tersebut. Pemeriksaan sinar X menunjukkan ia mengalami patah di poros femoralis, bagian panjang dan lurus dari tulang pahanya.

Dokter mengatakan ini merupakan kasus terdokumentasi pertama bahwa seorang pria sehat mengalami fraktur tulang ketika sedang beryoga. Tulang paha merupakan yang terpanjang, terkuat dan terberat dalam tubuh manusia. Tulang paha bertugas sebagai salah satu tulang utama yang menyangga tubuh manusia.

Sebagian besar kasus fraktur tulang paha merupakan akibat dari "tenaga energi tinggi" dan dalam populasi orang muda kasus patah tulang paha lazim terjadi karena kecelakaan lalu lintas.

Fraktur tulang paha dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa. Termasuk di antaranya perdarahan di dalam, cedera pada organ dalam dan infeksi dari luka tersebut.

Pria itu dikirim untuk menjalani operasi dengan tangkai didisain khusus yang diselipkan di tulangnya melewati sepanjang fraktur agar tulang tetap berada di posisinya. Sekrup diselipkan lewat irisan kecil untuk memaku kedua ujung tulang agar tulang dan paku berada di posisinya yang benar selama masa penyembuhan.

Sepuluh hari setelah operasi, ia diperbolehkan pulang dan delapan bulan kemudian ia dapat berjalan kembali. Bebas dari rasa nyeri serta kembali ke kelas yoganya.

Namun kini pria itu berlatih pose yoga yang ringan saja. "Cedera karena latihan yoga belakangan ini menjadi umum terjadi," simpul para dokter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.