Kompas.com - 15/10/2015, 09:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Perubahan kebiasaan atau gaya hidup berdampak besar dalam menentukan status kesehatan kita di masa depan. Selain pola makan dan aktivitas fisik, aspek yang tak kalah penting adalah kesehatan mental.

Anda tentu masih ingat slogan yang mengatakan "dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Jiwa yang kuat ini bisa berarti kondisi mental yang sehat dan tenang. Untuk memilikinya, Anda bisa belajar untuk rileksasi.

Penelitian bahkan menyebutkan bahwa rileksasi bermanfaat sama besarnya seperti berolahraga. Saat tubuh merasa rileks, keseimbangan energi pun akan kembali.

Di kehidupan modern seperti ini, rasanya kita memang sulit untuk berpisah dengan stres. Bukan hanya tuntutan pekerjaan, tapi juga hal-hal "kecil" seperti rasa iri karena melihat kesuksesan orang lain yang ditampilkan di media sosial bisa membuat kita merasa tertekan.

Seperti diketahui saat kita stres tubuh akan menghasilkan banyak hormon adrenalin, sehingga detak jantung dan otot menjadi tegang. Akumulasi stres hormon ini berdampak buruk bagi kesehatan, mulai dari tekanan darah tinggi hingga depresi.

Dr.Herbert Benson, pendiri Benson-Henry Institute, sejak 40 tahun lalu mengembangkan teknik "respon rileksasi". Esensi dari teknik ini adalah menangkal efek dari respon stres.

Banyak cara untuk rileks, misalnya dengan fokus pada pernapasan dalam, meditasi, dan mindfulness (kesadaran untuk merasakan apa yang kita alami saat ini). Jika dilakukan secara rutin di tengah kesibukan kita yang padat, efeknya adalah menurunkan tekanan darah dan melemaskan otot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Benson mengatakan, teknik rileksasi ini bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah penyakit. "Melakukan teknik rileksasi yang murah dan mudah ini seharusnya bisa dilakukan siapa saja untuk menjaga kesehatan," katanya.

Latihan meditasi juga bermanfaat untuk membantu kita masuk lebih dalam dan mengenali diri sendiri, mencintai diri, dan membersihkan emosi negatif seperti rasa marah, benci, dan dendam. Teknik rileksasi ini tentu saja perlu dilatih.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Penyakit Liver?

Health
Mata Lelah

Mata Lelah

Penyakit
Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Ciri Sakit Kepala yang Mengarah pada Gejala Tumor Otak

Health
Konjungtivis (Mata Merah)

Konjungtivis (Mata Merah)

Penyakit
15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.