Kompas.com - 20/10/2015, 18:21 WIB
Foto Ilustrasi ShutterstockFoto Ilustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Sering berpergian jarak jauh menggunakan pesawat lebih dari 4 jam? Waspadai terjadinya trombosis atau pembekuan darah yang bisa menyumbat pembuluh darah vena dan arteri. Hal ini bisa terjadi, jika Anda hanya duduk terdiam di pesawat selama berjam-jam.

"Misalnya naik pesawat ke Amerika, itu kan duduknya lebih dari 4 jam. Hati-hati trombosis," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik, Karmel Lidow Tambunan dalam diskusi memeringati World Thrombosis Day di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Ketua Perhimpunan Trombosis Hemostasis Indonesia (PTHI) ini menjelaskan, terlalu lama duduk tanpa bergerak bisa menyebabkan stasis atau perlambatan aliran darah. Lama kelamaan, bisa menyebabkan trombosis. Kemudian, terjadilah pembekuan darah pada vena bagian dalam di kaki atau deep vein thrombosis (DVT).

Kasus trombosis saat perjalanan jauh naik pesawat kerap terjadi dan dikenal dengan economy class syndrome. Jika terjadi DVT, gejalanya antara lain kaki bengkak, terasa nyeri, kemerahan di area tertentu, pelebaran pembuluh vena di permukaan kulit, dan kulit terasa hangat jika diraba. Namun, terkadang tak semua trombosis menimbulkan gejala.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Hematologi Onkologi Medik Cosphiadi Irawan menambahkan, selama 90 menit kaki tidak bergerak saja sebenarnya sudah menyebabkan aliran darah tidak lancar. Tak hanya saat naik pesawat, bisa juga saat perjalanan jauh naik bus maupun kereta api.

"Jadi harus meluruskan kaki. Setiap dua jam sekali harus bergerak supaya aliran darahnya kembali normal. Biasanya terasa kalau sudah terlalu lama duduk, terasa kebas," terang Cosphiadi.

Lakukanlah senam ringan dalam kendaraan jika sudah terlalu lama duduk. Misalnya memutar-mutar pergelangan kaki, mengangkat paha, berdiri, atau berjalan-jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain akibat terlalu lama duduk saat perjalanan jauh, faktor risiko trombosis antara lain usia di atas 45 tahun, obesitas, genetik, berbaring lama di rumah sakit, hingga kehamilan.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proptosis (Mata Menonjol)

Proptosis (Mata Menonjol)

Penyakit
8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Pinggul

Displasia Pinggul

Penyakit
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

Health
Radang Permukaan Lidah

Radang Permukaan Lidah

Penyakit
13 Makanan untuk Melancarkan BAB

13 Makanan untuk Melancarkan BAB

Health
Gusi Bengkak

Gusi Bengkak

Penyakit
13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.