Kompas.com - 17/11/2015, 14:57 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

“Sebanyak 50 persen pasien tidak mematuhi aturan pemakaian antibiotik,” kata Dewi.

Jika antibiotik tidak dihabiskan, pasien juga tidak bisa kembali menggunaan antibiotik sisa maupun antibiotik yang diresepkan untuk orang lain.

Antibiotik digunakan untuk ternak

Masalah lainnya, yaitu ketika antibiotik juga digunakan untuk hewan ternak. Dewi mengatakan, penyuntikan antibiotik pada hewan ternak dilakukan dengan alasan untuk mempercepat pertumbuhan ternak dan mencegah hewan tersebut sakit.

Dewi mengatakan, sebanyak 50 persen antibiotik digunakan oleh beberapa negara untuk sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Seharusnya, pemakaian antibiotik hanya untuk mengobati penyakit infeksi bakteri pada hewan di bawah pengawasan dokter hewan.

Pemakaian antibiotik yang berlebihan pada hewan maupun sektor pertanian ini juga bisa menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik. Jika manusia tertular bakteri yang telah resisten, maka infeksi akibat bakteri tersebut tidak bisa dilawan dengan antibiotik.

Dalam Pekan Peduli Antibiotik Sedunia ini, masyarakat diajak untuk bijak menggunakan antibiotik. Selain itu, cegahlah infeksi dengan rajin mencuci tangan pakai sabun. Imbauan ini juga ditujukan untuk petugas kesehatan untuk mencegah penyebaran infeksi bakteri di rumah sakit.

“Gunakan antibiotik dengan bijak agar tetap ampuh melawan bakteri penyebab penyakit dan manfaatnya dapat terus kita rasakan hingga generasi mendatang,” imbuh Dewi.

Dokter Spesialis Anak Nurul I Hariadi yang juga dari Yayasan Orantua Peduli menambahkan, hanya butuh waktu dua tahun terjadi resistensi antibiotik setelah antibiotik pertama digunakan, sedangkan untuk mengembangkan antibiotik yang baru, butuh waktu 10-15 tahun.

Jika tidak ditangani mulai sekarang, resistensi antibiotik akan semakin meluas. Akibatnya, infeksi bakteri akan sulit disembuhkan sehingga pengobatan membutuhkan waktu yang sangat lama dan meningkatkan angka kematian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.