Kompas.com - 18/12/2015, 17:07 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Melakukan deteksi dini kanker payudara sepertinya belum menjadi kebiasaan wanita Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari sedikitnya jumlah kunjungan masyarakat ke Instalasi Deteksi Dini dan Onkologi Sosial di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.

Penanggung Jawab Instalasi Deteksi Dini dan Onkologi Sosial RS Dharmais, Hardina Sabrina mengungkapkan, dalam setahun hanya ada sekitar 3000 orang yang berkunjung. Dari jumlah itu, tidak semuanya melakukan deteksi dini kanker payudara. Karena, memang ada lima jenis kanker lainnya yang bisa dideteksi di Instalasi Deteksi Dini dan Onkologi Sosial RS Dharmais.

"Jumlah ini masih sangat sedikit lah dengan banyaknya penduduk Jakarta. Padahal dari sekitar 3000 orang itu, ditemukan 115 orang yang dicurigai kanker payudara tahun 2014. Bagaimana dengan yang tidak datang periksa," kata Hardina dalam diskusi "Kanker Payudara Bukan Tabu, Semua Berhak Tahu" di Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Hardina mengatakan, masih banyak masyarakat yang tidak paham bahwa deteksi dini itu penting dan banyak juga yang justru takut menerima kenyataan memiliki kanker payudara setelah melakukan pemeriksaan.

Selain itu, menurut Hardina, sedikitnya jumlah masyarakat yang melakukan deteksi dini juga disebabkan karena alasan biaya.

"Yang datang adalah orang-orang sehat dan punya uang, karena deteksi dini ini belum di-cover," ungkap Hardina.

Untuk pemeriksaan payudara dengan mammografi, dibutuhkan biaya sekitar Rp 275 ribu. Meski jumlahnya sedikit, ada peningkatan jumlah pengunjung ke Instalasi Deteksi Dini setiap tahunnya.

Hardina mengungkapkan, bahkan mulai banyak masyarakat dari daerah yang juga datang melakukan pemeriksaan kanker payudara.

Pemeriksaan payudara secara rutin dengan mammografi sebaiknya dilakukan oleh wanita yang berusia di atas 35-40 tahun. Sebelum usia itu, bisa melakukan deteksi dini kanker payudara dengan USG dan periksa payudara sendiri (SADARI). Jika terdeteksi pada stadium awal, tentunya kanker payudara akan lebih mudah diobati dan kesempatan untuk sembuh pun lebih besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.