Kompas.com - 05/01/2016, 18:47 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Selama beberapa dekade, para dokter selalu menganjurkan pasien gagal jantung untuk mengurangi garam sebagai cara untuk menjaga kesehatan mereka.

Tapi penelitian  terbaru menunjukkan, bahwa saran untuk mengurangi garam kemungkinan justru berbahaya, bisa menyebabkan kematian atau setidaknya mengharuskan pasien jantung dirawat di rumah sakit.

Peneliti menemukan, pasien gagal jantung moderat yang menjaga asupan garamnya tetap rendah, 85 persen lebih mungkin untuk meninggal atau memerlukan rawat inap dibandingkan dengan pasien yang tidak membatasi asupan garam mereka.

"Saran konvensional mengatakan bahwa garam  buruk bagi kesehatan jantung Anda," kata pemimpin peneliti Dr Rami Doukky, seorang ahli jantung dan profesor di Rush University Medical Center di Chicago.

"Namun studi ini menunjukkan, tidak semudah itu mengatakan bahwa garam pasti berbahaya bagi pasien jantung."

Namun, Doukky dan ahli jantung lainnya memperingatkan bahwa temuan studi ini masih bersifat sangat awal dan tidak boleh ditafsirkan oleh pasien gagal jantung, bahwa berarti  mereka boleh makan garam dalam jumlah yang serampangan. 

Uji klinis yang ketat masih diperlukan untuk lebih menguji keamanan dari hipotesis ini, kata para ahli.

Telah lama dunia kesehatan percaya bahwa garam buruk bagi pasien gagal jantung, karena mineral menyebabkan tubuh menahan air dan mendorong  cairan tambahan ke dalam pembuluh darah, jelas Doukky.

Secara fisiologis, asumsi ini masuk akal, kata Dr Clyde Yancy, kepala kardiologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago.

Pasien gagal jantung berjuang mengatasi retensi cairan karena hati mereka berdetak terlalu lemah untuk melawan gaya gravitasi, sehingga darah dan air dapat menganggu paru-paru dan kaki mereka, menurut US National Institutes of Health.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Health
Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.