Kompas.com - 12/01/2016, 19:15 WIB
Ilustrasi susu cokelat. Ilustrasi susu cokelat.
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Minum susu cokelat seusai olahraga ternyata bisa memberikan manfaat lebih dibanding hanya minum air putih maupun minuman olahraga.

Sejumlah penelitian menunjukkan, susu cokelat mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh atlet seusai berolahraga. Namun, susu cokelat yang dimaksud adalah yang rendah lemak.

"Kalau konsumsi susu cokelat ada dua efeknya dibanding minum air putih biasa atau sportdrink. Bisa membantu efek rehidrasi dan recovery," ujar Nutrition &Health Education Manager Nutrifood Fendy Susanto di sela-sela acara jumpa pers L-Men 3x3 Competition Indonesia, di Jakarta, Selasa (12/1/2016).

Fendy menjelaskan, susu cokelat rendah lemak mengandung elektrolit, karbohidrat, protein, dan mineral. Elektrolit dibutuhkan tubuh ketika terlalu banyak cairan, yakni keringat yang keluar saat berolahraga.

"Dengan minum susu cokelat, cadangan air dalam tubuh bisa tahan lebih lama," kata Fendy.

Lebih dari itu, susu cokelat membantu pemulihan otot-otot yang digunakan saat berolahraga. Sebab, susu cokelat mengandung protein. Dengan adanya karbohidrat dan protein, maka susu cokelat bisa meningkatkan kadar glikogen yang dibutuhkan oleh otot.

"Setelah olahraga dalam jangka waktu 60 sampai 90 menit, minum susu cokelat yang rendah lemak," lanjut Fendy.

Minum susu cokelat rendah lemak setelah olahraga bisa mencegah kerusakan otot, sehingga juga dapat mencegah cedera pada olahraga berikutnya.

Namun, menurut Fendy, akan lebih terasa manfaatnya jika minum susu cokelat rendah lemak seusai melakukan olahraga dengan endurence atau daya tahan, seperti basket, sepeda, dan lari. Karena, olahraga tersebut membutuhkan kekuatan otot.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.