Kompas.com - 23/02/2016, 11:00 WIB
Ilustrasi IlustrasiIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Sebuah cincin lentur yang dimasukkan ke dalam vagina terbukti membantu melindungi wanita Afrika dari penularan HIV.

Cincin tersebut mengandung obat antivirus dan secara bertahap akan melepaskan obat tersebut. Penelitian mengenai efektivitas cincin ini dilakukan terhadap lebih dari 4.500 wanita di Afrika Selatan dan Uganda.

Meski demikian, efek perlindungannya dianggap belum sempurna. Secara umum angka infeksi yang diturunkan sekitar 27-31 persen.

Para ahli berpendapat angka tersebut cukup menjanjikan dalam upaya pencegahan HIV untuk wanita Afrika. Cincin tersebut diharapkan mendapat izin sehingga bisa cepat dipasarkan.

Cincin tersebut berdiameter 2,5 inchi dan dibuat dari silikon untuk dimasukkan dalam vagina dan bisa bertahan sebulan sebelum diganti.

Harga cincin tersebut sekitar 5 dollar AS (Rp 65.000), tidak perlu disimpan dalam kulkas dan memiliki masa kadaluarsa sampai 5 tahun. Cincin tersebut akan melepaskan obat dapivirine.

Kelebihan dari cincin ini adalah wanita tidak perlu meminta pasangannya, seperti halnya penggunaan kondom. Dalam hal pemakaian gel vagina jugaa terkadang pasangan mereka tidak setuju.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebaliknya cincin ini bisa dipakai sendiri dan jika sudah terpasang dengan benar tak akan mengganggu hubungan seksual. Para relawan yang menggunakan cincin ini menyebutnya "lihat dan lupakan."

"Harapannya adalah menemukan sesuatu yang bisa dipakai oleh wanita dan melindunginya dari HIV. Hasil penelitian ini memberikan optimisme," kata Dr.Jared M.Baeten dari Universitas Washington.

Secara global, hampir 37 juta orang terinfeksi HIV, lebih dari separuhnya adalah perempuan. Mayoritas perempuan itu tinggal di sub-Sahara Afrika yang memiliki angka HIV tertinggi di dunia.

Tiga penelitian awal pencegahan HIV untuk wanita Afrika gagal. Ini karena para partisipan tidak disiplin menggunakan metode pencegahan yang ditawarkan, yakni pil ARV dan gel vagina.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.