Kompas.com - 30/03/2016, 15:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

Melakukan diet yang sehat, secara keseluruhan tentu dapat membuat tubuh Anda menjadi lebih bugar. Menariknya, bila Anda menginginkan diet yang bisa mengurangi risiko patah tulang pinggul di kemudian hari, menurut sebuah studi baru AS, diet mediterania bisa menjadi jawaban. Khususnya bagi para wanita.

KOMPAS.com - Wanita yang mengikuti diet mediterania memiliki risiko sekitar tiga per sepuluh persen lebih sedikit untuk mengalami masalah tulang pinggul selama 16 tahun, ketimbang wanita yang tidak menjalankan diet ini.

Walau diet Mediterania tidak menganjurkan Anda untuk mengonsumsi banyak susu, yang diyakini sebagai sumber terbaik dari kalsium dan vitamin D—nyatanya cara tersebut tidak akan meningkatkan risiko tulang patah, kata pemimpin studi Dr Bernhard Haring dari university of Wurzburg di Jerman.

Diet mediterania menekankan Anda untuk lebih banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, polong-polongan, daging tanpa lemak, ikan, dan lemak sehat. Sebelum penelitian baru ini didapat, diet tersebut juga telah dikaitkan dengan jantung dan otak yang lebih sehat.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, Haring dan rekannya menganalisa data lebih dari 90.000 peserta dalam studi Women's Health Initiative. Para wanita mengikuti studi antara tahun 1993 dan 1998, di usia 50 sampai 79 tahun.

Peneliti membandingkan 4 pola makan yang dilakukan responden: diet mediterania, Healthy Eating Index 2010, the Alternative Health Eating Index 2010, serta Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Selama 16 tahun berikutnya, peserta yang menderita patah tulang berjumlah 28.718 orang, termasuk 2.121 di antaranya patah tulang pinggul.

Namun, wanita yang menganut diet Mediterania, 0,29 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami patah tulang pinggul dibandingkan wanita yang tak menganut diet tersebut, lapor peneliti dalam jurnal JAMA Internal Medicine.

Secara keseluruhan, sekitar 342 wanita perlu menjalani diet mediterania untuk mencegah patah tulang pinggul.

"Rata-rata wanita perlu mengikuti gaya hidup sehat yang mengadopsi pola diet sehat dan aktif secara fisik untuk bugar secara fisik," kata Haring kepada Reuters Health dalam email.

Namun, temuan penelitian ini harus ditafsirkan dengan hati-hati, tulis Dr Walter Willett dalam sebuah editorial. Misalnya, wanita yang berdiet juga perlu lebih aktif, karena aktivitas fisik itu sendiri juga terkait dengan penurunan risiko patah tulang pinggul.

Sehingga, diet bukan satu-satunya cara dalam pencegahan cedera tulang, ada banyak cara untuk membuat tulang lebih sehat dan kuat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Tulang
Flu Tulang
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.