Kompas.com - 31/03/2016, 17:07 WIB

KOMPAS.com - Ketika sedang sedih atau khawatir, orang akan mengerutkan kening mereka, yang membuat mata terlihat lebih kecil. Namun ketika sedang ceria, alis akan terangkat dan pupil mata membesar, dan kita menyebutnya mata orang itu terlihat lebih besar dan lebih terang.

Jika mata adalah jendela jiwa, pupil (secara harfiah) adalah pintu yang terbuka ke dalam mata. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Current Directions in Psychological Science, psikolog Sebastiaan Mathôt dan Stefan Van der Stigchel berpendapat, bahwa fungsi pupil bukan hanya sebagai pengatur cahaya yang masuk ke mata. Tapi lebih dari itu, ukuran pupil adalah cerminan emosi dan niat dari pemiliknya.

Menurut para peneliti, respon cahaya pupil bukan hanya reaksi mekanik semata. Saat kita menggeser pandangan dari satu tempat ke tempat lain, ukuran pupil akan menyesuaikan dengan jumlah cahaya di tempat-tempat pandangan kita berlabuh.

Respon cahaya hanya satu alasan mengapa pupil berubah ukuran. Pupil juga akan membesar ketika pemiliknya sedang terangsang. Tubuh memiliki jaringan alarm yang disebut sistem saraf otonom yang mempersiapkan kita untuk merespon situasi di sekitar kita.

Saat kita berjalan di tengah hutan rimba, sistem saraf otonom akan terus waspada. denyut jantung dan nafas Anda meningkat, Anda mulai berkeringat, otot menegang dan pupil mata membesar.

Hal yang sama terjadi, saat kita bertemu lawan jenis yang menarik perhatian dengan gaya yang menggoda. Detak jantung dan napas kita akan semakin cepat, seraya ukuran pupil membesar.

Psikolog mengatakan, pelebaran pupil adalah isyarat yang jujur untuk kepentingan seksual atau sosial pemiliknya. Itu karena ukuran pupil tidak di bawah kontrol sadar kita. Mulut kita bisa tersenyum palsu, namun pupil tidak bisa diperintah untuk membesar atau mengecil sesuka Anda.

Psikolog juga mengatakan, bahwa ukuran pupil memiliki dua fungsi yakni eksplorasi dan eksploitasi. Ketika kita sedang menjelajahi lingkungan yang masih asing, pupil membesar untuk mencari kemungkinan, adanya ancaman dan peluang yang baik. Ini disebut fungsi eksplorasi.

Kemudian pupil mulai bekerja mengamati benda-benda di sekeliling kita dengan lebih detail untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi visual. Inilah fungsi eksploitasi. Dua fungsi ini menempatkan emosi kita pada tahap berjaga, sehingga pupil akan membesar.

Sekali lagi, pupil bekerja bukan hanya karena sebab mekanik semata, membesar dan mengecil sesuai jumlah cahaya. Tapi, pupil menyesuaikan ukurannya sesuai dengan emosi dan harapan kita. Dengan demikian, pepatah yang mengatakan bahwa mata adalah jendela jiwa, bukanlah isapan jempol. Sains telah membuktikannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.