Kompas.com - 06/04/2016, 12:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Seorang foto model asal Kalimantan diberitakan mengalami kebutaan akibat kebiasaannya yang kurang menjaga kebersihan lensa kontak. Ia juga diketahui sering menggunakan lensa kontak saat tidur.

Tidur tanpa membuka lensa kontak mungkin pernah dilakukan oleh para pengguna lensa kontak. Tapi, jangan pernah jadikan hal itu sebagai kebiasaan karena dampaknya berbahaya bagi mata.

"Walau beberapa produk soft lens disetujui untuk dipakai sepanjang malam, tapi tidur memakai lensa kontak tidak dianjurkan karena menyebabkan infeksi mata," kata Dr.Melissa Barnett dari asosiasi dokter mata California, AS.

Pemakaian lensa kontak yang tidak tepat bisa menyebabkan infeksi serius, rasa nyeri, sensitivitas cahaya, bahkan kehilangan penglihatan permanen.

Ketahui apa saja bahaya menggunakan lensa kontak saat tidur.

1. Hipoksia pada mata
Seperti semua bagian tubuh, mata juga perlu oksigen agar ia berfungsi. Karena kornea tidak memiliki suplai darah sendiri, organ ini mengambil oksigen dari air mata dan udara.

Memakai lensa kontak dapat mengurangi suplai oksigen ke kornea, terlebih jika dipakai seharian sampai tidur. Kemungkinannya kornea akan mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen.

Jika mata mengalami hipoksia, risikonya sangat serius. Salah satunya adalah pertumbuhan pembuluh darah baru yang bisa memicu kehilangan penglihatan, terutama jika pertumbuhannya lebih besar dari 2 milimeter.

2. Luka di korena
Memakai lensa kontak terlalu lama dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami luka atau borok di kornea. Lensa kontak yang tidak dirawat dengan bersih dan diganti berkala bisa merusak kornea.

Misalnya, saja menggaruk atau goresan kecil di kornea dapat membuat luka terbuka sehingga partikel kecil terjebak di bawahnya. Bakteri juga bisa masuk.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.