Kompas.com - 21/04/2016, 11:56 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - "Studi kami menunjukkan bahwa anak-anak yang suka makan permen memiliki kenaikan berat badan yang lebih banyak, ketimbang anak yang makan keripik asin," kata peneliti senior Dr Julie Lumeng, seorang dokter perkembangan dan perilaku anak di Rumah Sakit CS Mott di University of Michigan, Ann Arbor.

 

Lumeng dan rekan peneliti melakukan analisa kepada 200 anak-anak di usia 21, 27 dan 33 bulan. Peneliti meminta para ibu untuk memberi makan siang kepada anak-anak mereka.

 

Ketika anak-anak selesai makan, peneliti meletakkan piring yang berisi kudapan, yaitu chocolate chip, Oreo, permen, kue berlapis cokelat, keripik kentang, dan keripik rasa keju.

 

Anak-anak disajikan makanan ringan selama 10 menit dan boleh memakan apa pun yang mereka suka. Kemudian, peneliti mencatat bagaimana anak-anak bereaksi terhadap kudapan dan kemudian menghitung berapa banyak mereka makan.

 

Hasilnya, anak-anak yang mengonsumsi camilan manis, terutama permen, mengasup total kalori lebih banyak ketimbang anak-anak yang mengambil camilan asin.

 

Dan anak-anak dengan usia 27 bulan lebih mungkin untuk menjadi lebih gemuk bila diberi camilan manis ketimbang anak-anak yang sudah berusia 33 bulan, para peneliti melaporkan dalam jurnal Pediatrics.

 

Peneliti juga menemukan, anak laki-laki dan anak-anak dengan ibu berpendidikan tinggi lebih cenderung untuk ngemil setelah makan. Namun, karena studi ini dilakukan di rumah responden, perbedaan jumlah makan siang tiap anak mungkin mempengaruhi hasil, para penulis mencatat.

 

Tapi melakukan percobaan dengan tersebut dianggap lebih mirip dengan apa yang akan terjadi di dunia nyata.

 

Terlepas dari tingkat pendapatan orang tua, anak-anak dengan jadwal makan yang tidak tetap atau sering melewatkan waktu makan, mungkin akan makan camilan manis lebih banyak lagi.

 

Untuk menghindari kebiasaan ngemil yang tidak sehat, orangtua perlu membuat jadwal makan yang tetap dan menawarkan berbagai makanan sehat ketimbang camilan manis.

 

Tidak perlu menghindari makanan manis, hanya batasi jumlahnya" kata peneliti. "Secara khusus, batasi minuman manis seperti soda atau jus kemasan, gantilah dengan air atau susu rendah lemak."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Fox News

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.