Kompas.com - 26/04/2016, 11:45 WIB
Bayi Nicolly setelah menjalani operasi. Bascom Palmer Eye InstituteBayi Nicolly setelah menjalani operasi.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Ketika bayi perempuannya, Nicolly, terlahir dengan kondisi tuli dan glaukoma, Diana Periera tak tahu apakah bayi mungilnya itu akan pernah bisa mendengar suara dan menatap wajahnya.

Akibat glaukoma yang dideritanya, dokter mengatakan Nicolly bahkan tidak bisa melihat cahaya. Glaukoma adalah penyakit akibat kerusakan saraf optik di mata yang menjadi salah satu penyebab kebutaan.

Umumnya glaukoma diderita orang berusia lanjut. Tapi penyakit tersebut juga bisa dialami bayi. Nicolly adalah salah satu dari 25.000 bayi yang terlahir dengan kondisi glaukoma pediatrik di Amerika Serikat.

Selama dua tahun dalam hidupnya, Nicolly tidak dapat melihat atau mendengar suara ibunya. Bayi yang berasal dari daerah pinggiran Brasil ini hanya dapat merasakan kasih sayang ibunya melalui sentuhan dan juga pelukan.

Nicolly juga awalnya dianggap mengalami perkembangan yang lambat, karena ia tidak bisa bicara dan berjalan.

Sebagai orangtua Diana dan suaminya tak menyerah mengusahakan kesembuhan bagi Nicolly. Bayi itu telah menjalani 7 operasi dan semuanya gagal.

Diana lalu membagikan kisahnya di Facebook dan menjadi viral. Lebih dri 30.000 orang mulai bergabung (follow) untuk satu misi agar suatu hari nanti Nicolly bisa melihat.

Tak disangka, seseorang yang membaca perjuangan Diana itu lalu menghubungi the Jackson Health Foundation's International Kids Fund, yang bermitra dengan Kevin Garcia Foundation. Kedua organisasi itu lalu berhasil mengumpulkan dana lebih dari 17.000 dollar AS (lebih dari Rp 200 juta) untuk membiayai operasi Nicolly.

Operasi yang dilakukan selama 3 jam dan dipimpin oleh dokter Alana Grajewski di rumah sakit di Miami, AS, berhasil memulihkan penglihatan Nicolly.

Grajewski mengatakan pada awalnya ragu dengan kondisi Nicolly. Tekanan mata pada anak normalnya adalah 10-20, tetapi pada Nicolly mencapai 50.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Foxnews
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kembar Siam
Kembar Siam
PENYAKIT
Herniasi Otak
Herniasi Otak
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.