Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Hal yang Bisa Dilakukan saat Dampingi Orang dengan Demensia

Kompas.com - 24/05/2016, 19:17 WIB
Lily Turangan

Penulis

KOMPAS.com - Demensia adalah kumpulan gangguan dengan gejala yang mengakibatkan perubahan pada pasien dalam cara mereka berpikir dan berinteraksi dengan orang lain.

Seringkali, memori jangka pendek, pikiran dan kemampuan bicara dan motorik penderitanya terpengaruh. Demesia kebanyakan diderita oleh orang-orang lanjut usia.

Merawat dan mendampingi orang dengan demensia, kadang terasa sulit jika Anda tidak tahu apa yang harus Anda lakukan. Inilah tujuh saran aktivitas yang bisa Anda terapkan saat merawat orangtua yang menderita demensia.

 

Ajak makan dalam grup

Makan bersama teman-teman dalam satu grup, dapat meningkatkan kualitas hidup. "Makan dan minum bersama menimbulkan perasaan saling memiliki, kata penelitian yang dilakukan Lee Hooper, PhD, RD, peneliti dari Norwich Medical School at the University of East Anglia in the UK.

"Saat seseorang menderita demensia, mereka kehilangan keterampilan bersosialisasi dan kegiatan dalam grup dapat membantu melatih keteramoilan itu kembali," jelas Hooper.

 

Angkat sendok dan garpu Anda

Penelitian terbaru mengungkapkan, bahwa orang dengan Alzheimer kehilangan beberapa kemampuan sehari-harinya. Termasuk menggunakan sendok garpu. Namun demikian, mereka bisa memelajari keterampilan itu lagi dengan cara meniru gerakan seseorang di dekatnya.

Jadi, saat Anda menemukan ada orang dengan Alzheimer atau demensia yang kesulitan menggunakan sendok dan garpunya, cobalah Anda memulai gerakan makan terlebih dulu supaya mereka bisa mencontoh gerakan Anda, saran Ambra Bisio, peneliti dari departemen robotik, otak dan kognitif University of Genoa di Italia.

 

Bangkitkan kenangan masa kanak-kanak

Orang dengan demensia sering lebih mudah mengingat masa kecil dibanding dengan kejadian kemarin. Jadi, misalnya Anda sedang mencoba mengajak mereka makan dan mereka enggan, cobalah untuk menyediakan makanan dengan bentuk lucu yang dapat menarik perhatian anak-anak atau cari tahu apa makanan kesukaannya saat kecil.

 

Minta mereka bermain piano

Asalkan mereka memang menyukainya dulu, sebelum demensia menyerang. Sebuah studi tahun 2015 yang melibatkan 200 responden menemukan, orang usia senior yang kurang aktivitas, memiliki kualitas hidup yang rendah.

"Dalam penelitian kami, terdapat beberapa responden yang ingin bermain piano namun diabaikan karena keluarga dan perawat menganggap mereka tak mampu. Padahal, menjalankan hobi bisa membantu penderita demensia bersosialisasi dan mengurangi rasa kesepian dan depresi mereka,” kata Wndy Pyl PhD, direktur Center for Health Practice Innovation di Griffith University Austrralia.

 

Pastikan mereka terhidrasi dengan baik

Orang dengan demensia juga sering lupa minum. Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama kematian di kalangan orang dengan demensia. Karena itu, pastikan mereka tetap minum dengan cukup sepanjang hari.

 

Nyalakan musik

Menurut Alzheimer's Foundation of America, suara musik dapat menaikkan mood dan membantu koordinasi gerak para pasien demensia. Pasalnya, pusat motorik di otak kita sangat responsif dengan suara-suara termasuk suara musik.

 

Ajak mereka berjalan-jalan di taman

Sebuah studi pada 2014 menemukan, pasien demensia yang banyak menghabiskan waktu di ruang terbuka seperti taman memiliki level agitasi yang rendah.

"Taman adalah salah satu bentu terapi di mana pasien lebih mudah berinteraksi dengan alam," kata penulis penelitian Rebecca Whear dari St. Luke's of the University of Exeter.

Para penderita demensia merasa senang dan nyaman dengan bau alam dan keindahan bunga-bungaan, dan berjalan-jalan di taman dapat membangkitkan kenangan menyenangkan mengenai taman milik mereka sendiri atau taman yang pernah membuat mereka terkesan di waktu kecil.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com