Kompas.com - 25/05/2016, 19:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Berapakah waktu yang Anda habiskan untuk duduk setiap harinya, di luar waktu tidur? Apakah lebih dari 8 jam? Padahal, para ahli di dunia menyebutkan bahwa terlalu banyak duduk atau kurang aktivitas fisik adalah bom waktu bagi kesehatan.

Di era modern ini, sebagian besar aktivitas kita memang dilakukan sambil duduk; mulai dari perjalanan pergi dan pulang kantor, serta bekerja dengan duduk di belakang meja.  Sampai rumah pun kita beristirahat dengan duduk di kursi empuk menonton TV atau memantau media sosial.

"Yang dimaksud sedentari adalah semua aktivitas, di luar waktu tidur, yang mengeluarkan energi sedikit dan dilakukan sambil duduk atau berbaring, misalnya duduk menonton televisi, bekerja di meja, membaca, atau menyetir kendaraan," kata  dr.Sophia Hage, spesialis kedokteran olahraga dari Klinik LightHOUSE Jakarta.

Sedentari berbeda dengan gaya hidup tak aktif yang berarti tidak melakukan olahraga teratur atau kurang cukup berolahraga. Sementara gaya hidup sedentari berarti seseorang masih memasukkan olahraga dalam kegiatannya sehari-hari.

"Di era modern ini perilaku sedentari meningkat walau pun orang tetap berolahraga," ujarnya.

Penelitian menunjukkan, rata-rata orang dewasa menghabiskan waktu 10 jam setiap hari sedentari. Perilaku tersebut berpengaruh besar dalam kondisi kesehatan seseorang.

Berbagai riset membuktikan, melakukan perilaku sedentari dalam waktu lama setiap hari meningkatkan risiko terkena diabetes dan penyakit jantung.

Untuk mengurangi waktu sedentari, menurut Sophia tidak cukup hanya dengan ke gym atau melakukan olahraga yang hanya sekali-sekali. "Lebih penting memiliki gaya hidup aktif dibanding melakukan olahraga rutin," ujarnya.

Ia mencontohkan, orang yang menghabiskan waktunya untuk berolahraga 40 menit setiap hari tetapi hampir 12 jam duduk setiap hari di luar waktu tidurnya, akan memiliki risiko penyakit lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga tetapi 12 jam bergaya hidup aktif.

"Gaya hidup aktif misalnya banyak berjalan kaki, naik tangga, atau melakukan pekerjaan rumah tangga," papar dokter lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.