Kompas.com - 28/05/2016, 09:51 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kita semua mungkin pernah menelan permen karet saat masih anak-anak, atau bahkan setelah dewasa, dan bertanya-tanya apa yang terjadi dengan permen karet itu di dalam usus.

Apakah permen karet yang lengket itu masih tetap ada di lambung kita bertahun-tahun, menempel di dinding usus, dan tak berubah?

Tenang saja, sistem pencernaan kita sangat canggih, tangguh, dan asam, sehingga efisien dalam hal mengeluarkan objek yang tidak bisa diurai.

Makanan terbentuk dari molekul seperti lemak, karbohidrat, dan protein. Enzim-enzim di lambung, seperti lipase akan memecah lemak, amilase memecah karbohidrat, dan pepsin memecah protein menjadi nutrisi yang bisa dipakai tubuh.

Sesudah itu, asam lambung, yang terbentuk dari asam hidroklorik dan garam di lambung, akan melarutkan makanan itu lebih lanjut, lalu mengubahnya menjadi bubur yang dengan mudah masuk ke usus kecil dan terjadi penyerapan. Sisa dari yang diserap itu atau limbah akan dikeluarkan dari tubuh.

Bagaimana dengan permen karet? Ternyata sama saja seperti makanan biasa. Permen ini terbuat dari pemanis, perasa, agen pelembut, serta karet sintetis.

Setelah kita tanpa sengaja menelannya, karbohidrat, minyak, dan alkohol dalam permen karet akan dipecah oleh enzim-enzim. Tetapi tidak ada enzim untuk polimer karet, dan objek ini juga bisa tahan pada asam lambung. Karena itu permen karet tidak dicerna.

Objek yang tidak dapat dicerna itu tidak akan tinggal di dalam lambung atau usus. Bagian dari polimer karet itu berpindah ke usus besar dan dikeluarkan.

Tubuh kita mengeluarkan berbagai makanan yang tidak dapat dicerna hampir setiap hari, misalnya saja pecahan biji-bijian, bahkan serat yang bertahan cukup lama di usus dan bermanfaat, sampai akhirnya dikeluarkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.