Kompas.com - 21/06/2016, 17:05 WIB
Ilustrasi pria beruban SHUTTERSTOCKIlustrasi pria beruban
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Rambut mendapat rona dari melanin, pigmen yang sama yang menentukan warna kulit Anda dan warna mata. Seiring dengan bertambahnya usia, rambut Anda mulai kehilangan melanin, menurut American Academy of Dermatology, yang akhirnya membuat warna rambut berubah dari gelap menjadi abu-abu, perak, atau putih.

Angela Lamb, M.D., dokter kulit di The Mount Sinai Hospital, mengatakan, "Ketika uban muncul, artinya kemampuan sel yang memproduksi melanin menjadi berkurang. Meskipun tidak sepenuhnya dimengerti apa faktor utama yang memengaruhi produksi melanin rambut, penelitian menunjukkan bahwa kondisi itu terjadi secara alamiah.”

Sementara stres sendiri dikenal sebagai memicu kerontokan rambut. Hanya ada sedikit penelitian yang menunjukkan, bahwa stres dapat mengubah warna rambut menjadi putih. Dan tentu saja, tidak dapat mengubah semua rambut menjadi putih dengan cepat.

Pemutihan rambut sendiri adalah proses bertahap, sehingga banyak yang berpikir kalau stres memiliki pengaruh.

"Kami tidak memiliki penelitian kuat yang menunjukkan, bahwa stres bisa langsung menyebabkan rambut menjadi beruban," kata Lamb.

Namun, Jennifer Lin, seorang dokter kulit yang melakukan penelitian biologi molekuler di Harvard Cancer Center, di Boston, menjelaskan kepada Scientific American, "Ada kemungkinan hormon stres mengganggu sinyal yang menginstruksikan melanosit untuk memberikan melanin ke keratinosit. Bila sinyal tersebut terganggu, melanin tidak akan memberikan pigmen pada rambut Anda. "

Namun, untuk alasan yang lebih pasti, uban lebih dipengaruhi oleh genetik ketimbang stres. "Genetika memainkan peran terbesar ketika rambut Anda mulai putih di usia muda," kata Lamb.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, para ilmuwan telah mengidentifikasi gen pertama yang bertanggung jawab untuk pemutihan rambut, yaitu IRF4, yang mungkin bisa menjadi kunci untuk mencegah beruban dini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber SELF
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Trakhoma
Trakhoma
PENYAKIT
Abses Otak
Abses Otak
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.