Kompas.com - 19/08/2016, 10:10 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Posisi tidur bayi memang sangat penting. Tidak hanya menentukan kualitas tidur anak, posisi tidur bayi dapat berisiko hingga kematian mendadak. Setiap tahunnya di Amerika Serikat, sebanyak 3.500 bayi meninggal mendadak. Artinya, bayi meninggal tanpa penyebab yang jelas. Siapa sangka penyebab kematian mendadak ini dapat disebabkan posisi tidur salah pada bayi.

Sebuah penelitian yang dibuat oleh American Center for Disease Control and Prevention mengungkapkan, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai posisi tidur bayi menyebabkan banyaknya bayi meninggal mendadak. Menurut para ahli, posisi tidur bayi yang tepat adalah bayi tidur telentang dengan selimut yang tidak terlalu tebal.

Studi yang diterbitkan di Pediatrics mengungkapkan banyak orang yang tidak melakukan panduan tidur yang tepat dan aman bagi bayi. Menurut studi ini, hampir semua orangtua membiarkan anaknya tidur dengan menggunakan bantal. Padahal bantal merupakan faktor penyebab kematian mendadak. Tempat tidur yang terlalu empuk juga dapat menyebabkan kematian mendadak.

Menurut CDC, sepertiga bayi tidur dengan posisi tengkurap atau tidur dengan perut di bawah. Kondisi ini tentu sangat berbahaya pada bayi sebab saat tidur ia akan kesulitan mengangkat kepala dan menyebabkan kematian mendadak.

Posisi salah pada bayi ini biasanya disebabkan oleh orangtua yang melihat kenyamanan bayi sehingga cenderung mengikuti apa yang membuat bayi tenang tanpa melihat risiko di belakangnya.

Studi ini sendiri melibatkan 160 keluarga yang dilihat bagaimana ritual malam dan bagaiamana bayi mereka tidur pada usia 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan. Hasilnya sebanyak 21% dari anak 1 bulan tidur di atas permukaan yang tidak aman seperti tidur bersama orangtua, kursi mobil atau ayninan. Sementara lebih dari 91% bayi tidur dengan barang-barnag tidak aman seperti bantal dan boneka.

Untuk posisi tidur, sebanyak 86% bayi 1 bulan tidur tengkurap sementara pada usia 6 bulan sebanyak sepertiga dari bayi masih dalam posisi tidur tengkurap atau menyamping. Posisi tidur salah pada bayi tadi harus  diwaspadai sebab jangan sampai ketidaktahuan orangtua dapat menyebabkan kesalahan yang fatal. (Tabloid-nakita.com/Niken)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.