Kompas.com - 21/09/2016, 20:17 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Bila mengacu pada cerita rakyat di seluruh dunia, ketindihan atau sleep paralysis sering dikaitkan dengan supranatural. Sehingga, banyak orang yang mengaku melihat kejadian yang menyeramkan saat mengalami “ketindihan”.

Namun, kabar baiknya adalah sebenarnya Anda tidak diserang oleh makhluk supranatural. Apa yang Anda alami adalah suatu kondisi medis yang disebut dengan kelumpuhan tidur.

Selain membuat anggota tubuh tak berdaya, kelumpuhan tidur biasanya diikuti dengan rasa seperti ditekan pada bagian tubuh tertentu, sesak napas, dan halusinasi yang mengganggu.

Halusinasilah yang kadang membuat Anda melihat sesuatu yang mungkin menyeramkan sehingga kerap dikaitkan dengan kejadian mistis.

“Kelumpuhan tidur biasanya terjadi selama periode REM (rapid eye movement) tidur, fase ketika otak aktif, tetapi otot-otot Anda dimatikan," ujar Dr Shelby Harris, spesialis tidur di Montefiore Medical Center.

Dengan kata lain, kelumpuhan tidur terjadi ketika pikiran Anda sudah terbangun sebelum siklus REM selesai, tetapi otot-otot Anda masih dimatikan.

Menurut Harris, selama tidak ada penyebab khusus untuk kelumpuhan tidur—seperti pada orang yang memiliki gangguan tidur sleep apnea atau narkolepsi, pada mereka yang menderita gangguan bipolar atau mengonsumsi obat tertentu untuk kondisi seperti ADHD—tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

Harris merekomendasikan untuk menjaga kebiasaan tidur yang sehat karena kurang tidur atau kelelahan dapat menjadi salah satu pemicunya. Selain itu, ia menyarankan untuk mengelola stres agar kondisi ini tidak sering terjadi.

Namun, ia menambahkan, jika memang kondisi tersebut sangat mengganggu, Anda dapat berkonsultasi dengan spesialis tidur untuk mendapatkan resep obat-obatan dan perawatan tertentu.

Bila tidak, cukup menjalani pola hidup sehat, kurangi stres, dan tidur dalam jumlah yang direkomendasikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.