Kompas.com - 30/09/2016, 19:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

"Jika Anda memiliki luka, hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan adalah mengurangi risiko dengan mempraktik kebersihan dan perawatan luka dengan benar, sehingga tidak bisa terkontaminasi dengan bakteri apapun," kata Shah.

Bakteri penyebab necrotizing fasciitis cenderung menyukai air, jadi jika Anda memiliki luka terbuka, hindari mandi di bath tub atau berenang di laut, kolam renang atau danau dan sungai.


3. Tidak menular

Menurut CDC, penularan penyakit karena bakteri pemakan daging adalah hal yang super langka. Di AS sendiri, 600 hingga 700 kasus yang terdiagnosa dan kebanyakan penyebabnya adalah karena kontak langsung dengan bakteri melalui luka terbuka di kulit.


4. Gejala awal nampak tidak berbahaya

Menurut CDC, gejala awal paparan bakteri bisa terlihat oleh kita tapi tidak nampak sebagai gejala yang agresif.

Banyak orang dengan necrotizing fasciitis memiliki gejala awal berupa: Otot seperti ditarik sehingga timbul sedikit rasa sakit dan nyeri atau pembengkakan di sekitar luka terbuka.

Gejala dapat berkembang menjadi ruam merah atau keunguan, bisul, lecet, atau bintik-bintik hitam pada kulit.


5. Perlu diobati secepatnya

Waktu adalah penting. Biasanya, penyakit ini diobati dengan antibiotik IV, tapi kadang-kadang itu tidak cukup.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.