Kompas.com - 11/10/2016, 21:45 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Wanita yang mengalami penurunan libido dapat memanfaatkan testosteron. Dr Nick Panay dari Royal College of Obestetrician and Gynaecologists mengatakan, hormon pria itu dapat memperbaiki energi dan suasana hati wanita.

Tetapi, wanita membutuhkan dosis testosteron yang jauh lebih sedikit daripada pria. Secara resmi tidak ada produk testosteron yang pas untuk wanita.

Ia mengatakan National Health Service (NHS) Inggris harus membuat testosteron tersedia bagi wanita yang membutuhkannya.

Dr Panay merupakan konsultan ginekologi di Chelsea and Westminster Hospital NHS Foundation Trust. Ia menambahkan, semua wanita harus diberi tahu manfaat potensial hormon pria tersebut.

Sekitar satu dari tiga wanita diperkirakan kehilangan gairah seks di beberapa fase kehidupan mereka. Kondisi ini khususnya dialami wanita menopause. Sekitar 15 persen melaporkan gejala tersebut.

Ia bicara di konferensi Royal College of GP di Harrogate,"Kami tak mengatakan sulit hormon androgen pada wanita sebagai obat universal. Kami tidak mengatakan ini Viagra buat wanita."

"Wanita bagaimana pun merupakan makhluk yang lebih kompleks dari pria yang dapat mengalami on/off dengan pil Viagra. Tetapi, terapi hormon ini sebaiknya menjadi bagian dari proses konseling."

Kehilangan gairah seks yang secara medis disebut kelainan gairah seksual hipoaktif dapat disebabkan oleh masalah kesehatan mental atau medis, faktor hormon dan masalah relasi dengan pasangan.

Dr Panay mengatakan, pasien yang mendapatkan testosteron melaporkan peningkatan besar pada suasana hati, energi, kekuatan otot dan stamina. "Mereka berubah dari merasa lelah menjadi mampu lari maraton lagi," katanya.

Tetapi ia mengeluh semua pengobatan testosteron yang resmi didesain hanya untuk pria. Dosis itu harus dikecilkan untuk wanita.

Dr Channa Jayasena, seorang dosen senior di Imperial College London, mengatakan testosteron harus diberikan dalam dosis lebih rendah untuk wanita.

"Testosteron itu umumnya diberikan dalam bentuk koyo. Wanita memiliki kedua jenis hormon seks, estrogen dan testosteron yang diproduksi kelenjar adrenalin dan juga ovarium," katanya.

"Itu adalah hormon alami tetapi kurang diketahui efeknya," imbuhnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.