Kompas.com - 13/10/2016, 14:00 WIB
Ilustrasi cabai ShutterstockIlustrasi cabai
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Cabai memang efektif meningkatkan selera makan. Banyak orang yang tak bisa makan jika tak ada sambal, walau mereka rela sampai megeluarkan air mata karena kepedasan.

Lebih dari itu, sejumlah penelitian telah mencatat berbagai manfaat makan cabai bagi kesehatan. Namun, belum banyak yang mengetahuinya.
 
Cabai yang terasa pedas di lidah itu mengandung capsaicin. Senyawa capsaicin yang membuat rasa pedas dan panas itu ternyata membantu penurunan berat badan karena dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Pedasnya cabai juga mebantu pembakaran kalori.
 
Selain bermanfaat untuk orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan, makan cabai juga baik untuk pasien diabetes melitus.
 
Hasil penelitian, seperti dikutip dari Boldksy.com, makan cabai dapat mengendalikan kadar gula darah. Makan cabai juga dipercaya melancarkan sirkulasi darah sehingga baik untuk kesehatan jantung dan mencegah terjadinya stroke.
 
Selain itu, pedasnya cabai juga dapat meredakan rasa nyeri secara alami tanpa memengaruhi sel-sel saraf di tubuh dan tanpa efek samping. Penelitian lain menemukan, cabai bersifat terapeutik atau menjadi terapi alami bagi tubuh.
 
Cabai juga dapat membantu mengurangi atau mencegah masalah kesehatan pada umumnya, seperti sakit kepala, migrain, hingga sinusitis.

Tetapi, jika tidak kuat atau tidak terbiasa, jangan dipaksakan makan pedas. Terlalu banyak cabai malah bisa menimbulkan masalah pencernaan bagi Anda yang tidak suka makan pedas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.