14 Tahun Sudah Kembar Siam Ini Hidup dengan Kepala Menyatu

Kompas.com - 18/10/2016, 12:00 WIB
Kembar siam di India, Veena dan Vani telah hidup bersama dengan kepala menyatu selama 14 tahun. dok. DailymailKembar siam di India, Veena dan Vani telah hidup bersama dengan kepala menyatu selama 14 tahun.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kabar gembira datang dari New York ketika bayi kembar siam dempet kepala, Anias dan Jadon McDonald berhasil menjalani operasi pemisahan. Tetapi di India, operasi pemisahan itu tak pernah dirasakan Veena dan Vani yang juga lahir kembar siam dempet kepala.

Kedua orangtua Veena dan Vani tak mampu membayar biaya operasi. Bahkan mereka mengaku tak bisa menjaga kedua putrinya, membiayai pendidikan, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dua putri kembarnya tanpa bantuan pemerintah.

Si kembar itu kemudian dititipkan di rumah sakit sejak tahun 2004. Kedua orangtua Veena dan Vani berjanji akan membawa putrinya pulang jika operasi pemisahan telah dilakukan.

Namun, operasi tak pernah terjadi. Veena dan Vani terpaksa hidup puluhan tahun dalam satu ruangan. Hanya ada satu jendela di kamar itu untuk keduanya bisa melihat dunia luar sedikit saja.

"Kami telah menunggu untuk itu (operasi) selama lebih dari satu dekade," kata Murali, ayah si kembar.

Selama 14 tahun ini Veena dan Vani hidup bersama dengan kepala menyatu. Kedua perempuan yang sudah beranjak remaja itu baru saja merayakan ulang tahun ke-14. Mereka saat ini sedang dipersiapkan untuk bisa keluar dari ruangan dan merasakan udara segar.

Para ahli percaya, membawa mereka keluar dari ruangan sangat penting untuk perkembangan psikologis dan sosial sebagai remaja.

Sayangnya, menurut beberapa ahli, operasi pemisahan mungkin tak akan pernah terjadi pada Veena dan Vani di usianya sekarang. Sebab, risiko operasi akan semakin tinggi karena keduanya telah tumbuh dewasa.

Secercah harapan muncul setelah ahli bedah pediatrik, Dr Narendra Kumar mengatakan sedang berusaha mencari ahli bedah internasional yang ahli dalam neurologi dan melakukan operasi dempet kepala.

"Selalu ada kemungkinan untuk operasi pemisahan karena mereka berdua masing-masing memiliki otak secara individu," kata Narendra.

Akan tetapi, masalah terbesar adalah selama ini si kembar siam ini berbagi pembuluh darah utama. Kondisi tersebut sangat berisiko tinggi jika dilakukan pemisahan. Meski demikian, setelah berulang kali menganalisis kemungkinan operasi, dua dokter menyatakan ada peluang 80 persen untuk mereka bertahan hidup.

Sementara itu, Dr David Dunaway dan Dr Owase Jeelani dari London mengungkapkan, kemungkinan bisa dilakukan lima kali prosedur operasi dan akan memakan waktu sekitar satu tahun untuk menyelesaikannya. Harapan untuk Veena dan Vani bisa tepisah dan menjalani hidup seperti biasa tetap ada.


Sumber Dailymail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X