Kompas.com - 20/10/2016, 19:57 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Tak banyak yang tahu, salah satu komplikasi penyakit diabetes adalah retinopati diabetik, yaitu kerusakan pada retina mata.

 Dokter spesialis mata, konsultan vitreo-retina dari Rumah Sakit Mata AINI, Rumita Kadarisman menjelaskan, tingginya gula dalam darah pada pasien diabetes dapat menyerang pembuluh darah kecil atau mikrovaskular di mata.

Jika gula darah sering tidak terkontrol dalam waktu lama, pembuluh darah di retina pun terganggu. Mulai dari pembuluh darah bocor, kemudian cairan menumpuk di retina, maupun penyumbatan. Sayangnya, pasien sering kali tak menyadari jika telah terjadi kerusakan di retina mata.

"Retinopati diabetik itu tidak bergejala. Pasien merasa matanya baik-baik saja," kata Rumita dalam diskusi di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Ketika retinopati diabetik dibiarkan dan gula darah tidak terkontrol, bisa menyebabkan kerusakan di makula. Kondisi itu disebut diabetik makula edema (DME). Menurut Rumita, saat sudah terjadi diabetik makular edema, biasanya pasien baru menyadari adalah masalah penglihatan.

Ketajaman penglihatan mulai menurun, timbul bercak-bercak, melihat garis menjadi tidak lurus, bahkan, dalam kasus yang lebih parah, bisa menyebabkan kebutaan. Kondisi ini umumnya terjadi pada pasien yang sudah sangat lama terkena diabetes dan gula darahnya sering tidak terkontrol.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, sekitar 20-25 persen pasien DM memiliki risiko retinopati diabetik. Kemudian, dari jumlah itu bisa berkembang menjadi diabetik makular edema jika tidak segera diobati.

Rumita mengungkapkan, dalam skrining yang dilakukan terhadap 2302 pasien diabetes di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tahun 2010-2011, ditemukan 24,5 persen pasien retinopati diabetik. Kemudian, sebanyak 9,45 persen sudah terkena diabetik makula edema.

Rumita mengingatkan pentingnya pasien diabetes melakukan pemeriksaan rutin terhadap kesehatan mata. Terlebih penting, jika sudah terkena diabetes harus selalu menjaga kadar gula darah.

Selain itu, perlu kerja sama dengan dokter penyakit dalam yang kerap menangani pasien diabetes. Jika terdapat pasien yang tengah berobat, apalagi jika sudah lama mengidap diabetes, sebaiknya dirujuk ke dokter mata untuk dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.