Kompas.com - 29/10/2016, 19:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kesibukan mengurus bayi yang baru lahir sering membuat para ibu lupa untuk kembali menggunakan kontrasepsi, ditambah memberi ASI eksklusif yang dipercaya bisa menjadi pencegah kehamilan alami.

Menyusui memang bisa menekan proses ovulasi (pematangan sel telur). Ini karena prolaktin, hormon yang merangsang produksi ASi akan menghambat hormon FSH yang memicu dilepaskannya sel telur. Tanpa adanya sel telur untuk dibuahi, tentu kehamilan tak akan terjadi.

Meski demikian, kondisi tersebut hanya bisa terjadi pada ibu yang memberikan ASI eksklusif saja, tanpa penambahan susu formula kepada bayinya.

"Ketika ibu hanya menyusui, tubuh akan memberikan feedback hormonal secara konstan. Ini seperti pil KB," kata Sarah Yamaguchi, dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Los Angeles.

Perlindungan dari kehamilan itu akan bekerja dengan baik jika terdapat hormon pencegah ovulasi yang konsisten. Bila kita lupa minum pil KB, risiko hamil akan lebih besar, demikian juga halnya tubuh mengira saat seorang ibu tidak konsisten memberikan ASI.

Memang tidak ada aturan pasti seberapa sering ibu harus menyusui untuk mendapatkan efek KB alami. Namun, ibu yang sering menyusui, setiap empat jam sekali di siang hari dan enam jam sekali di malam hari, ovulasi bisa dihambat.

Efek KB alami itu juga tidak bertahan lama, kira-kira hanya 6 bulan setelah persalinan. Namun, sebagian ibu sudah subur kembali sebelum 6 bulan dan tidak menyadarinya. Inilah yang membuat kehamilan terjadi di luar rencana.

Saat seorang ibu sudah subur kemabli, ovarium akan melepaskan sel telur, dan jika tidak ada pembuahan, maka terjadi menstruasi. "Tapi, bagi awam sulit mengetahui apakah ia sudah subur lagi atau tidak," kata Jamil Abdur-Rahman, dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Bila memang ingin menjarangkan kehamilan dan belum tahu akan menggunakan kontrasepsi apa, sebaiknya tunda hubungan seksual sampai 8 minggu setelah persalinan. Selain itu, meski memberi ASI eksklusif, perhatikan apakah siklus haid sudah normal atau belum. Jika sudah, tetap gunakan kontrasepsi bila belum ingin kembali hamil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber SELF
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.