Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 07/11/2016, 13:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Orang yang hobi lari pasti pernah mengalami ini. Tiba-tiba ingin buang air besar saat lari. Rekor lari saat lomba yang diincar pun lepas dari genggaman karena harus pergi ke toilet.

Pengalaman ingin buang air besar ini dialami mulai dari pelari santai hingga pelari ultra maraton. "Dalam beberapa studi, sampai 80 persen pelari mengalami gangguan perut, mulai dari nyeri perut hingga disfungsi usus," kata ahli gastroenterologi dari St Joseph's Hospital di Orange, California, James Lee, MD.

Sebuah review pada 2009 terhadap faktor risiko yang berhubungan dengan gejala gastrointestinal selama olahraga pun membuktikan wanita dan atlet muda lebih rentan daripada pria dan atlet senior, untuk mengalami masalah gastrointestinal bawah seperti kram, flatulensi, diare.

Ada banyak alasan mengapa kita tiba-tiba harus ke toilet saat lari. Mulai dari motilitas usus hingga genetika. Misalnya, dalam studi terhadap 221 atlet pria dan wanita, terdapat prevalensi tinggi gejala-gejala yang langsung berhubungan dengan riwayat masalah gastrointestinal.

Namun, bukan berarti jika kita bebas dari masalah gastrointestinal, kita tak akan mengalami masalah yang sama. "Misalnya, motilitas usus, yang artinya seberapa sering kita harus buang air besar dan kekerasan feses jadi meningkat ketika kita lari berkat keluarnya hormon di dinding perut karena gerakan meloncat saat lari," kata Lee.

Semua faktor itu berkumpul jadi satu menjadi penyebab ingin buang air besar saat lari. Lee mencatat bahwa lari (dan juga olahraga lain yang membuat perut bergerak) dapat pula mengubah sesuatu yang disebut permeabilitas mukosal yang mengontrol keluarnya zat dari dalam saluran pencernaan ke seluruh tubuh.

Hal ini menyebabkan buang air besar jadi sedikit kurang keras dan tiba-tiba kita jadi ingin buang air besar.

"Ketika lari, aliran darah meningkat ke otot-otot untuk membantu mengalirkan oksigen dan membuat tubuh tetap dingin," kata Christopher P. Hogrefe, MD, ahli kedokteran olaharga di Northwestern Memorial Hospital.

"Tetapi hal yang tak diketahui adalah hal ini juga menurunkan aliran darah ke usus dan menyebabkan kram perut dan berpotensi menyebabkan ingin buang air besar," tambahnya.

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan agar tak buang air besar saat lari. Berikut ini yang harus dilakukan untuk menghindarinya:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber SHAPE
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+