Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/11/2016, 20:44 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Selain menurunkan berat badan hingga menjaga kesehatan jantung, olahraga ternyata juga bermanfaat untuk mempertahankan fungsi indra pendengaran Anda.

Para ilmuwan telah menemukan manfaat tak terduga dari rutin berolahraga yang belum banyak diketahui, yaitu mencegah terjadinya gangguan pendengaran hingga tuli, terutama di usia senja.

Dalam sebuah studi baru, para peneliti dari University of Florida melakukan penelitian pada hewan. Mereka menemukan bahwa tikus yang jarang bergerak, akan kehilangan struktur vital pendengaran jauh lebih cepat ketimbang tikus yang aktif bergerak atau rutin berolahraga.

Jarang bergerak menyebabkan 20 persen gangguan pendengaran pada tikus. Hal ini disebabkan, karena struktur vital pendengaran berupa sel rambut telinga dan kapiler strial mengalami kerusakan lebih cepat.

Sel rambut telinga sendiri berfungsi untuk merasakan dan menangkap suara di sekitar. Bila sel rambut mengalami kerusakan terkait usia, maka suara tak bisa ditangkap sepenuhnya oleh telinga bagian luar.

Sedangkan, kapiler strial berfungsi untuk memberi “makan” sistem pendengaran dengan oksigen agar berfungsi dengan baik. Bila sistem pendengaran mendapatkan cukup oksigen, maka sel syaraf ganglion spiral dapat mengirimkan suara dari koklea ke otak.

Jadi, bila kapiler strial bermasalah, maka suara yang ada di sekitar tak dapat terkirim dengan baik menuju otak. Akhirnya, seseorang bisa mengalami gangguan pendengaran.

Shinichi Someya, penulis utama studi tersebut, mengatakan: "Sistem pendengaran selalu dan selalu memproses suara. Untuk memproses suara, sistem pendengaran perlu sejumlah besar molekul energi yang bersumber dari oksigen."

Peneliti percaya bahwa peradangan yang berkaitan dengan usia dapat mengganggu kinerja kapiler strial dalam memasok oksigen. Namun, mereka menemukan bahwa berolahraga dapat memberikan perlindungan terhadap peradangan tersebut.

Peneliti mendapati, tikus yang aktif bergerak hanya mengalami setengah peradangan, ketimbang tikus yang jarang bergerak. Menurut Someya, penelitian ini juga berlaku bagi manusia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber The Sun
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+