Kompas.com - 14/11/2016, 18:50 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Kanker usus besar adalah salah satu penyebab utama pada pria dan wanita setelah kanker paru-paru, demikian menurut American Cancer Society pada 2013.

Bahaya, metode pencegahan dan pilihan pengobatan untuk kanker usus besar, tidak banyak diketahui secara luas, karena lokasi dari usus besar itu sendiri. Mengingat usus besar terhubung ke anus, sehingga orang mungkin enggan atau malu membicarakannya.

Dibandingkan dengan pap smear atau deteksi dini kanker serviks dan deteksi dini kanker payudara, masih banyak orang yang belum tahu bahwa kanker usus besar atau kolon juga bisa dideteksi dini.

Perlu diketahui juga bahwa setiap orang yang memiliki orang tua, saudara, atau saudara yang menderita kanker usus besar, memiliki risiko mengalami hal yang sama sebanyak dua hingga tiga kali lebih besar dibanding orang yang tidak punya riwayat keluarga dengan kanker usus besar.

Deteksi dini kanker usus besar telah menyelamatkan banyak nyawa dan sangat penting bagi mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Pasalnya, 90 persen kasus terjadi pada kelompok usia itu. Meski kini juga semakin banyak usia muda yang menderita kanker usus besar.

Deteksi dini memiliki tingkat akurasi atau presisi yang cukup dan dapat mendeteksi polip prakanker sebelum berubah menjadi kanker sepenuhnya. Kanker usus besar sangat dapat disembuhkan jika berhasil ditemukan ketika masih stadium dini.

Pola makan dalah salah satu cara untuk mencegah kanker usus besar. Karena kanker ini berkembang dari sel abnormal pada lapisan usus besar atau rektum, maka gizi memainkan peran yang cukup besar dalam meningkatkan atau menurunkan risikonya. Berikut ini makanan yang dianjurkan untuk mencegah kanker usus besar:

 

1. ALPUKAT

Serat sangat faktor yang sangat penting untuk memerlancar pencernaan dan mencegah munculnya polip.

Alpukat adalah salah satu jenis makanan tinggi serat, begitu juga gandum utuh, oatmeal beras merah, dan kacang-kacangan hitam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.