Kompas.com - 18/11/2016, 20:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan seks yang benar bisa melindungi anak dari berbagai masalah yang berkaitan dengan organ reproduksi. Termasuk dari kejahatan seksual.

“Ma, penis itu apa?” tanya Zaki yang berusia lima tahun kepada ibunya.

Bagi Zaki, istilah ‘penis’ merupakan hal baru. Sebab menurut pengetahuannya, alat kelaminnya bernama ‘burung’.

“Saya bingung juga. Bagaimana cara menjelaskannya ya? Masa sih anak kecil sudah diajari yang beginian,” ujar Ibunda Zaki.

Cerita di atas bisa jadi mewakili banyak pengalaman orang tua yang kebingungan ketika ditanya seputar organ kelamin oleh si kecil. Betulkah membicarakan organ kelamin yang notabene masuk ke dalam pendidikan seks tak pantas diajarkan pada anak kecil?

Psikolog anak Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psi. menegaskan kalau pendidikan seks itu cakupannya luas sekali. Mulai dari pengenalan anggota tubuh sampai bagaimana cara merawat dan menjaganya.

Jadi, salah besar jika menganggap pendidikan seks itu hanya seputar hubungan seks antara pria dan wanita. Mengenalkan nama alat kelamin yang benar pun termasuk pendidikan seks.

“Pendidikan seks bisa dibilang sebagai bekal perlindungan anak di masa depan. Karena pendidikan seks dapat membuat anak lebih mengerti dan peduli tentang tubuhnya,” ujar psikolog yang akrab dipanggil Vera ini kepada Kompas.com.

Pendidikan seks yang benar juga mengajarkan anak untuk merawat dan menjaga organ reproduksinya. Harapannya, agar anak terhindar dari masalah kesehatan yang berkaitan dengan organ reproduksi.

Bahkan, lanjut Vera, pendidikan seks bisa membentengi anak dari kejahatan seksual. Alasannya, pendidikan seks yang benar akan mengajarkan anak mengenai perlakuan yang tidak boleh dilakukan orang lain terhadap dirinya, terutama terhadap organ sensitif seperti alat kelamin.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.