Kompas.com - 16/03/2017, 16:05 WIB
- shutterstock-
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Manakah yang lebih sehat, susu rendah lemak atau susu penuh lemak? Ada yang berpendapat susu penuh lemak lebih baik karena susu rendah lemak justru lebih banyak mengandung gula.

Susu murni tanpa rasa (yakni tanpa lemak, rendah lemak, atau penuh lemak) memiliki 12 gram gula alami per mangkuk. Tak lebih dan tak kurang. Gula alami dalam susu itu disebut laktosa dan bukan gula yang ditambahkan.

Hanya kandungan lemak di dalam susu yang mengubah jumlah kalori keseluruhan. Satu mangkuk susu tanpa lemak memiliki kandungan 90 kalori dan 0 gram lemak.

Satu mangkuk susu penuh lemak memiliki kandungan 145 kalori dan 8 gram lemak. Kandungan nutrisi esensial lain seperti kalsium, potasium, vitamin D dan gizi lainnya pada dasarnya sama saja.

Lemak dalam susu termasuk lemak jenuh namun, studi pada Mei 2015 dalam jurnal Advances in Nutrition menguji data terkini lemak jenuh dan kesehatan jantung serta pembuluh darah. Ketika kombinasi optimal makronutrisi tak didefinisikan, peneliti mencatat pentingnya gizi apa yang menggantikan lemak jenuh daripada merekomendasikan pengurangan.

Ternyata para ahli gizi pun tak dapat sesederhana itu menyarankan orang yang mengonsumsi susu harus segera beralih ke susu penuh lemak. Karena dengan melakukan hal itu berarti menaikkan konsumsi kalori.

Seorang pasien yang mengalami obesitas dan rajin minum susu mungkin lebih akan disarankan minum susu rendah lemak. Menurunkan asupan kalori lebih bermanfaat buat mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, jika seseorang tak ingin menurunkan kandungan lemak di tubuhnya dan lebih tertarik meningkatkan kinerja saat olahraga atau menaikkan kadar nutrisi dalam tubuhnya, boleh saja ia mengonsumsi susu penuh lemak.

Itu artinya, tak ada hitam dan putih dalam ilmu gizi. Tak ada satu panduan yang berlaku untuk semua orang. Tujuan dan kebutuhan pasien tentu saja berbeda-beda.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sinusitis
Sinusitis
PENYAKIT
Insulinoma
Insulinoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
Penis Patah

Penis Patah

Penyakit
8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

Health
Emfisema

Emfisema

Penyakit
3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

Health
OCD

OCD

Penyakit
Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Health
Barotrauma Telinga

Barotrauma Telinga

Penyakit
Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Health
Flu Babi

Flu Babi

Penyakit
Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Penyakit
5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.