Kompas.com - 30/03/2017, 11:09 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kanker saat ini merupakan penyakit yang menjadi momok menakutkan karena belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan. Ditambah lagi, gaya hidup sehat juga tak menjamin kita terhindar dari kanker.

Tim ilmuwan dari Amerika Serikat menyatakan, kanker disebabkan oleh kesalahan acak pada kode genetik yang terjadi ketika sel-sel tubuh membelah.

Mayoritas kanker kemungkinan terjadi karena kecacatan DNA saat memperbanyak diri yang penyebabnya memang karena "sial" saja.

Hasil penemuan itu berbeda dengan anggapan selama ini yang menyebut bahwa mutasi kanker diwariskan secara genetik atau pun dipicu oleh faktor lingkungan.

Ketua peneliti Dr.Cristian Tomasetti dari Johns Hopkins Kimmel Cancer Center, AS, mengatakan, memang kita perlu menghindari faktor-faktor risiko kanker, seperti merokok.

"Namun setiap kali sel normal membelah diri dan menggandakan DNA-nya untuk memproduksi dua sel baru, bisa saja terjadi kesalahan. Dan itu bisa menyebabkan mutasi kanker," ujar Tomasetti.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science ini ditunjukkan bahwa hampir dua pertiga kanker disebabkan karena mutasi yang diakibatkan error saat menggandakan DNA.

Kesalahan-kesalahan tersebut ditemukan pada hampir 32 jenis kanker. Pada kanker pankreas, 77 persen disebabkan karena kesalahan penggandaan. Kanker prostat, otak, dan tulang, juga lebih dari 95 persen disebabkan karena kekeliruan penggandaan.

Pada kanker paru, ternyata hanya 35 persen yang disebabkan oleh kekeliruan saat proses replikasi. Mayoritas dipicu oleh kebiasaan merokok dan faktor lingkungan.

Secara umum, 66 persen terjadinya kanker dipicu oleh kesalahan proses penggandaan. Hal itu bisa menjelaskan mengapa kanker juga bisa diderita orang yang menjalani gaya hidup sehat dan tidak punya riwayat kanker dalam keluarganya.

"Kanker dipicu oleh kekeliruan saat penggandaan, dan itu dapat terjadi tak peduli seberapa sehat faktor lingkungan kita," kata salah satu peneliti Dr.Bert Vogelstein.

Kendati begitu, ia tetap menyarankan agar kita menghindari faktor lingkungan dan gaya hidup yang bisa memicu mutasi kanker. Selain itu, kemajuan teknologi dalam mendeteksi kanker sedini mungkin juga penting sehingga peluang kesembuhan lebih besar.

Baca juga: Kanker Endang Bertambah Parah Setelah Berobat Alternatif

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Telegraph

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.