Kompas.com - 18/01/2020, 18:00 WIB

KOMPAS.com – Anda termasuk orang yang mudah marah? Coba tanyakan ke beberapa orang terdekat.

Jika Anda dikatakan suka marah, lebih baik segera belajar mengontrol emosi demi kesehatan.

dr. Nurul Afifah dalam buku karyanya Don’t Be Angry Mom (2019), menyatakan marah yang berlebihan adalah sesuatu yang merusak, termasuk kondisi kesehatan.

Menurut dia, kebiasaaan marah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Penjelasannya, jantung dituntut bekerja ekstra ketika Anda marah.

Organ vital ini jadi memompa darah lebih kuat, sehingga darah mengalir lebih banyak setiap detiknya ketimbang dalam keadaan normal.

Saat marah, pembuluh darah juga akan kehilangan kelenturan dan berubah menjadi kaku.

Akibatnya, pembuluh darah tidak dapat mengembang saat jantung memompa darah melalui arteri.

Kondisi saat peredaran darah berlebih ditambah pembuluh darah kaku itulah yang menyebabkan tekanan darah meningkat.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Bukan hanya darah tinggi, founder @bundatalk tersebut menyatakan kebiasaan marah juga bisa menimbulkan 11 masalah kesehatan lain.

Berikut penjelalasannya:

1. Serangan jantung

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan The European Heart Jornal Acute Cardiovascular Care, insiden marah dapat memicu serangan jantung sekitar 2 persen.

Sementara, orang yang memiliki durasi marah lebih dari 2 jam berisiko 8,5 kali lebih tinggi mengalami serangan jantung.

2. Penurunan fungsi jantung

Peneliti dari Havard University meneliti 670 pria dewasa menggunakan metode pengukuran skala hostility.

Penelitian tersebut dilakukan untuk mengukur level kemarahan dan mengukur setiap perubahan pada fungsi paru-paru pria.

Hasilnya, pria yang mempunyai level hostility tertinggi memiliki kapasitas paru-paru terburuk sehingga berisiko menurunkan kapasitas fungsi paru.

3. Stroke

Dokter yang aktif mengisi talkshow tentang parenting di berbagai daerah di Indonesia mengemukakan risiko seseorang terkena stroke meningkat tiga kali lipat akibat gumpalan darah (blood clot) ke otak atau perdarahan di otak selama dua jam setelah kondisi kemarahan yang meluap-lua. 

Hal itu merujuk pada ulasan Mostofsky E1, Penner EA2, Mittleman MA 3 dalam artikel Outbursts of Anger as a Trigger of Acute Cardiovascular Events: A Systematic Review and Meta-analysis, yang diterbitkan oleh US National Library of Medicine National Institute of Health.

Orang yang mempunyai aneurysm pada satu artieri otak bahkan mempunyai risiko enam kali lipat aneurysm-nya pecah ketika dalam kondisi kemarahan yang meluap-luap.

4. Sakit kepala

Jangan kaget ketika sakit kepala tiba-tiba datang ketika Anda sedang marah.

Menurut Nurul Afifah, hal itu bisa terjadi karena otot-otot dan pembuluh darah yang tegang akan menyebabkan pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang.

5. Sakit mag

Dia membeberkan orang yang marah atau stres akan lebih sensitif dengan jumlah asam lambung di perut dan biasanya akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada bagian ulu hati.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

6. Sulit tidur

Anda bisa saja sulit tidur disebabkan karena perasaan gelisah dan tidak tenang saat marah.

7. Kekebalan tubuh melemah

Kemarahan mempunyai hubungan erat dengan penurunan level antibodi immunoglobulin A (IgA) selama 6 jam.

Antibodi itu adalah antibodi yang memainkan peran penting dalam imunitas mukosa.

Nurul Afifah menerangkan IgA banyak ditemukan pada bagian sekresi tubuh seperti liur, mukus, air mata, kolostrum dan susu sebagai secretory IgA dalam perlindungan permukaan organ tubuh dari penempelan bakteri dan virus ke membran mukosa.

8. Stres

Stres bisa terjadi karena tekanan mental dan emosi yang tidak terkendali dan salah satu bagian saraf, yakni hypotalamic pituitary menjadi hiperaktif.

9. Gangguan kecemasan

Nurul Afifah berpendapat orang yang mudah marah biasanya juga gampang cemas, termasuk dalam hal-hal yang sepele.

Mereka juga cenderung tertarik membesar-besarkan suatu masalah. 

Akibatnya, kecemasan yang dirasakan itu menganggu aktivitas lain.

10. Depresi

Depresi bisa terjadi sebagai akibat dari stres yang bekepanjangan.

11. Penuaan dini

Rasa marah juga bisa menegangkan otot-otot di wajah sehingga mengakibatkan keriput.

Selain itu, jelas Nurul Afifah, tersebarnya hormon kortisol dapat menyebabkan berkurangnya produksi kolagen pada kulit.

Baca juga: Mantan Istri Sule Meninggal, Bagaimana Penyakit Lambung dan Hipertensi Merenggut Nyawa?

Kolagen diketahui merupakan bahan utama yang membuat kulit tetap awet muda, kencang, dan kenyal.

Jadi, kulit akan jadi lebih tua jika Anda sering-sering marah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.