Kompas.com - 05/01/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi marah Thinkstockphotos.comIlustrasi marah

KOMPAS.com – Pernahkah Anda mencoba meredakan amarah orang lain dengan peringatan penyakit darah tinggi atau hipertensi?

Jika pernah, apa respons mereka? Kembali tenang atau justru tambah marah?

Bagi mereka yang percaya ancaman hipertensi, boleh jadi orang tersebut membatalkan niatan marah.

Namun, bagi mereka yang tak percaya, bisa jadi akan tetap marah atau malah bertambah parah.

Terkait korelasi marah dangan hipertensi, dr. Nurul Afifah mengulasnya juga dalam bukunya berjudul Don’t be Angry, Mom: Mendidik Anak tanpa Marah (2019).

Baca juga: Sering Diwaspadai, Kenali Gejala dan Cara Cegah Darah Tinggi

Jantung bekerja ekstra

Dokter yang aktif mengisi talkshow tentang parenting di beberapa daerah di Indonesia dan founder dari @bundatalk tersebut mengungkapkan, marah dapat memengaruhi kesehatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, kebiasaaan marah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Penjelasannya, jantung dituntut bekerja ekstra ketika Anda marah.

Organ vital ini jadi memompa darah lebih kuat, sehingga darah mengalir lebih banyak setiap detiknya ketimbang dalam keadaan normal.

Saat marah, pembuluh darah juga akan kehilangan kelenturan dan berubah menjadi kaku.

Halaman:

Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X