Kompas.com - 26/01/2020, 17:27 WIB

KOMPAS.com - Chikungunya dan demam berdarah dengue (DBD) adalah dua penyakit yang sama-sama disebarkan lewat gigitan nyamuk.

Penyakit berbahaya tersebut juga sering terjadi di daerah tropis, terutama saat musim hujan.

Keduanya memiliki gejala serupa - termasuk kelelahan, sensasi tidak enak di tubuh, dan kelelahan - yang seringkali menyebabkan salah diagnosis.

Baca juga: Kapan Anak Harus Dibawa ke Rumah Sakit saat Terserang Demam Berdarah?

Lalu, apa beda gejala pada kedua penyakit ini?

Kesamaan gejala pada chikungunya dan demam berdarah dengue sempat membingungkan dunia media.

Namun, setelah muncul epidemi demam berdarah di tahun 1780-an, para ahli mulai menemukan perbedaan gejala di antara kedua penyakit tersebut.

Merangkum laman CDC dan Good Knight, berikut perbedaan gejala Chikungunya dan Demam Berdarah:

1. Beda virus

Chikungunya dan demam berdarah sama-sama disebarkan lewat gigitan nyamuk tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda.

Chikungunya disebabkan oleh Togaviridae alphavirus dan demam berdarah disebabkan oleh Flaviviridae flavivirus.

2. Nyeri sendi

Demam berdarah lebih berbahaya dari chikungunya. Namun, nyeri sendi karena chikungunya bisa bertahan selama bertahun-tahun.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber CDC,,goodknight
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.