Kompas.com - 08/02/2020, 21:01 WIB

KOMPAS.com - Oleh sebagian orang, pembahasan mengenai organ vital seperti penis dianggap sebagai sesuatu yang sensitif atau bahkan tabu.

Pandangan tersebut akhirnya memicu ketidaktahuan akan pentingnya dan cara menjaga kesehatan penis.

Banyak pria bisa jadi telah puluhan tahun memiliki penis, tapi mereka tak mengetahui seluk beluk mengenai alat reproduksi itu.

Baca juga: Beredar 7 Cara Membesarkan Penis, Bagaimana Efek Sampingnya?

Berikut ini 7 fakta tentang kesehatan penis yang mungkin belum Anda ketahui:

1. Penis bisa patah

Melansir NHK, penis bisa patah jika terpelitir saat ereksi.

Meski tak memiliki tulang, saluran yang terisi dengan darah di penis bisa saja patah selama ereksi.

Jika terjadi hal demikian, darah akan mengalir keluar dari saluran di dalam penis dan menyebabkan pembengkakan yang sangat menyakitkan.

Kasus patahnya penis seperti ini jarang dilaporkan. Namun, diperkirakan bukan karena sedikitnya kasus, tapi banyak pria yang terlalu malu untuk mengadu ke dokter atau tenaga medis.

Biasanya, penis patah terjadi saat berhubungan seks. Di mana, posisi seks yang diambil adalah pasangan berada di atas.

Kerusakan tersebut biasanya terjadi ketika penis pria tergelincir dari pasangannya dan bengkok dengan keras.

2. Ereksi terjadi beberapa kali saat malam hari

Menurut NHK, pria yang sehat rata-rata mengalami ereksi 3 kali hingga 5 kali selama tidur malam penuh.

Setiap kali ereksi bisa terjadi selama 25 hingga 35 menit.

Ereksi pada pagi hari setelah bangun tidur juga adalah sesuatu yang normal dialami pria. Hal itu sebenarnya adalah ereksi yang terakhir dari serangkaian ereksi pada malam hari.

Penyebab ereksi malam hari tidak sepenuhnya dipahami. Tetapi, penelitian menunjukkan gejala tersebut terkait erat dengan fase tidur yang dikenal sebagai tidur gerakan mata cepat (REM) yang menimbulkan mimpi.

Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, sebagian besar dokter setuju bahwa ereksi malam hari pada pria adalah tanda bahwa semuanya berjalan normal.

Baca juga: Mengenal Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Gatal pada Penis

3. Panjang penis tidak terkait dengan ukuran kaki

Padangan mengenai ukuran penis pria sebanding dengan ukuran sepatu adalah mitos.

Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan British Journal of Urology International, para peneliti di University College London mengukur penis dari 104 pria, termasuk remaja dan pensiunan.

Panjang penis rata-rata dalam kelompok ini adalah 13 cm (5,1 inci) ketika tak ereksi. Sementara ukuran sepatu pria Inggris rata-rata adalah 9 (43 ukuran Eropa) atau 27,5 cm.

Jadi para peneliti tidak menemukan hubungan antara ukuran sepatu dan panjang penis.

4. Penis yang pendek bisa ereksi lebih maksimal

Penis yang pendek biasanya bisa membesar atau memanjang lebih maksimal daripada penis yang memang sudah panjang ketika sedang ereksi.

Melansir NHK, penelitian kepada 2.770 pria, menemukan bahwa penis yang lebih pendek meningkat 86 persen saat ereksi atau  hampir dua kali lipat dari penis yang memang lebih panjang (47 persen).

5. Penis bukan otot

Penis bukanlah otot. Itulah sebabnya seorang pria tidak bisa menggerakan penis dengan leluasa saat ereksi.

Penis adalah sejenis spons yang diisi dengan darah ketika seorang pria bergairah secara seksual.

Saat ereksi, darah menumpuk di dalam 2 ruang berbentuk silinder sehingga menyebabkan penis membengkak dan menegang.

Pembengkakan tersebut kemudian menghalangi pembuluh darah yang biasanya mengambil darah dari penis.

Ketika ereksi menghilang, arteri kembali menyempit sehingga memungkinkan darah mengalir keluar dari penis.

6. Bentuk penis berbeda-beda

Melansir Kompas.com (1/2/2020), penis pria bisa memiliki bentuk yang berbeda-beda.

Perbedaan bentuk alat vital tersebut adalah hal yang sangat wajar.

Baca juga: 8 Bentuk Penis, Manakah yang Tak Normal?

 

Jika bentuk penis terasa mengganggu aktivitas atau dirasa kurang normal, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter. 

Berikut ini beberapa kemungkinan bentuk penis pada pria:

  • Lurus seperti churros
  • Besar dan panjang
  • Bentuk seperti timun
  • Mikropenis
  • Mengecil di ujung seperti roket
  • Tebal seperti sosis
  • Melengkung seperti pisang
  • Peyronie’s Disease

7. Ukuran penis normal

Melansir Kompas.com (31/1/2020), peneliti asal Inggris David Vealle pada 2014 melakukan penelitian tentang ukuran penis pada 15.521 pria. 

Vealle bersama para ahli urologi menggunakan metode pengukuran penis yang disebut Bone Pressed Erect Length (BPEL) dan Bone Pressed Flaccid Length (BPFL).

Metode ini kemudian menjadi standar dalam pengukuran penis yang akurat hingga sekarang.

Meski diadakan di Inggris, responden penelitian ini terdiri dari berbagai usia dan ras.

Baca juga: Berapa Ukuran Penis yang Normal?

Hasil penelitiannya melaporkan bahwa rata-rata panjang penis dari seluruh responden adalah 13 cm dan ketebalannya 11,6 cm. Ukuran ini disimpulkan menjadi ukuran penis normal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber NHK
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.