Angin Duduk: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Kompas.com - 28/02/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi sakit champjaIlustrasi sakit

KOMPAS.com - Penyakit Angin duduk merupakan kondisi yang menyebabkan penderitanya merasakan nyeri di dada.

Dalam dunia medis, penyakit ini disebut dengan istilah angina pectoris.

Angin duduk terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang. Akibatnya, otot jantung tidak mendapat oksigen yang cukup dari yang dibutuhkannya.

Melansir sehatQ, rasa nyeri akibat angin duduk dipicu oleh aktivitas yang membuat jantung bekerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak oksigen, seperti olahraga.

Baca juga: Dikeluhkan Sejuta Umat, Masuk Angin Sebenarnya Penyakit Apa?

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya angina pectoris, yaitu:

  • Terpapar suhu yang sangat panas atau dingin
  • Makan dalam jumlah besar
  • Merokok
  • Kelebihan berat badan
  • Memiliki riwayat penyakit jantung
  • Memiliki kolesterol atau tekanan darah tinggi
  • Menderita diabetes
  • Malas berolahraga.

Gejala

Rasa nyeri di dada adalah gejala umum dari angin duduk. Rasa nyeri tersebut bisa menjalar ke leher lengan dan bahu.

Pasien angin duduk juga bisa merasa berat di bagian dada atau dada terasa seperti diremas-remas.

Melansir Mayo Clinic, penderita angin duduk juga biasanya merasakan gejala berikut ini:

  • Mual
  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Pusing.

Gejala angina pektoris dapat bervariasi antar individu. Dalam kebanyakan kasus, angina pektoris berlangsung sekitar lima menit.

Gejala-gejala tersebut bisa berlangsung secara tiba-tiba hingga menyebabkan serangan jantung.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X