Kompas.com - 28/03/2020, 13:57 WIB
Polisi menunjukan masker yang diisita di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (6/3/2020). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi) antaraPolisi menunjukan masker yang diisita di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (6/3/2020). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

KOMPAS.com - Kebutuhan masker untuk mencegah penularan virus corona di tengah masyarakat kian meningkat seiring merebaknya wabah Covid-19.

Menurut Kementerian Kesehatan, masker bekas sekali pakai yang kini makin langka rentan bisa disalahgunakan pihak tidak bertanggung jawab.

Masker bekas sekali pakai yang dibuang sembarangan dikhawatirkan dapat didaur ulang dan dijual kembali ke pasar.

Baca juga: Hati-hati, Penyebaran Virus Corona Bisa Melalui Masker Bekas Pakai

Padahal, masker sekali pakai yang sudah digunakan bisa menjadi media penyebaran virus dan penularan penyakit, seperti virus corona.

Untuk mencegah penularan virus corona akibat daur ulang masker bekas sekali pakai, setiap orang bisa berperan mengelola limbah masker bekas pribadi ini.

Ada beberapa langkah membuang produk perlindungan diri tersebut. Berikut cara membuang masker bekas sekali pakai untuk mengurangi risiko kesehatan:

1. Kumpulkan masker bekas pakai

Penggunaan masker yang tidak digunakan di lingkup pelayanan kesehatan bisa dikelola secara mandiri.

Demi efisiensi, sebelum membuang masker bekas sekali pakai, Anda disarankan untuk mengumpulkan semua masker bekas pakai.

Tempatkan masker bekas ini di tempat yang sekiranya aman dan tidak gampang menyebarkan penyakit.

Baca juga: Salah Kaprah Masker Bedah Dicuci dan Masker Tisu Basah Kata Kemenkes

2. Disinfeksi dengan pemutih

Setelah masker terkumpul, lakukan disinfeksi dengan memberikan cairan disinfektan ke masker bekas sekali pakai.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Bumbu Dapur yang Bisa Bantu Berat Badan, Apa Saja?

8 Bumbu Dapur yang Bisa Bantu Berat Badan, Apa Saja?

Health
Pankreatitis Kronis

Pankreatitis Kronis

Penyakit
13 Gejala Pneumonia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pneumonia pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Health
Koarktasio Aorta

Koarktasio Aorta

Penyakit
Cara Mengatasi Iritasi saat Mencukur Bulu Tubuh

Cara Mengatasi Iritasi saat Mencukur Bulu Tubuh

Health
Karsinoma Sel Basal

Karsinoma Sel Basal

Penyakit
Anoreksia vs Bulimia, Apa Perbedaan Gejalanya?

Anoreksia vs Bulimia, Apa Perbedaan Gejalanya?

Health
BKKBN Siapkan 'Tim Pendamping Warga' untuk Kejar Target Stunting Nasional

BKKBN Siapkan "Tim Pendamping Warga" untuk Kejar Target Stunting Nasional

Health
Mengenal Gejala dan Penyebab Stroke Tulang Belakang

Mengenal Gejala dan Penyebab Stroke Tulang Belakang

Health
8 Gejala Tumor Otak

8 Gejala Tumor Otak

Health
Kapan Waktu Tidur yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung?

Kapan Waktu Tidur yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung?

Health
Apa yang Terjadi Ketika Jantung Berhenti Mendadak?

Apa yang Terjadi Ketika Jantung Berhenti Mendadak?

Health
3 Fase DBD (Demam Berdarah) dari Demam sampai Sembuh

3 Fase DBD (Demam Berdarah) dari Demam sampai Sembuh

Health
8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

Health
Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.